Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Alfath Flemmo Lanjut S2 MSIT President University, Perkuat AI dan Music-Tech

Alfath Flemmo

JAKARTA, Mahasiswa.co.id — Maharsyalfath Izlubaid Qutub Maulasufa atau Alfath Flemmo melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Science in Information Technology (MSIT) di President University pada Tahun Akademik 2026/2027.

Alfath menerima Letter of Acceptance (LoA) pada 25 Agustus 2026 dan dijadwalkan memulai perkuliahan pada September 2026 di Graduate School of Computing President University.

Studi tersebut menjadi kelanjutan dari perjalanan akademik dan profesional Alfath di bidang Information Technology, Artificial Intelligence (AI), software engineering, data, serta music technology.

Di dunia profesional, Alfath dikenal sebagai Founder & CEO FMG Universe sekaligus pengembang One Music OS. Ia juga mengembangkan karier sebagai AI Systems Engineer dan Music-Tech Architect dengan fokus pada Machine Learning, Generative AI, Cloud Infrastructure, MLOps, DevSecOps, Audio AI, serta Full-Stack Development.

FMG Universe merupakan pengembangan dari Flemmo Music Global yang dirintis Alfath sejak 2018. Ekosistem tersebut dikembangkan dari Jakarta dengan menggabungkan musik, teknologi, AI, data, software engineering, dan kewirausahaan kreatif.

Berawal dari Musik dan Teknologi

Perjalanan Alfath di industri musik berlangsung bersamaan dengan pengembangan kemampuan teknologi.

Ia memiliki pengalaman sebagai composer, music producer, audio engineer, sound designer, hingga pengembang sistem perangkat lunak yang berkaitan dengan industri musik.

Dalam profil profesionalnya, Alfath mencantumkan pengalaman lebih dari delapan tahun pada bidang musik, audio, AI/ML, serta software engineering.

Sejumlah kompetensi yang dikembangkannya meliputi AI/ML Systems, LLM Applications, Distributed GenAI, Python Engineering, Full-Stack Development, Cloud Architecture, SaaS Platforms, MLOps, Audio AI, Spatial Audio, Dolby Atmos, serta AI-powered music systems.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi fondasi pengembangan FMG Universe sebagai ekosistem yang menghubungkan proses kreatif dengan teknologi digital.

Pernah Mewakili Indonesia di New York

Jejak internasional Alfath salah satunya tercatat ketika mengikuti Sony Music Group Global Scholars Conference 2024 di New York, Amerika Serikat.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–18 Juli 2024 itu digelar di kantor pusat Sony Music di 25 Madison Avenue, New York City.

Alfath menjadi salah satu dari 50 peserta Sony Music Group Global Scholars Program yang terpilih dari pelamar di lebih dari 70 negara.

Selama konferensi, para peserta mengikuti workshop dan berinteraksi dengan profesional di industri musik global, mulai dari A&R, songwriter, hingga executives.

Alfath juga berkesempatan bertemu Senior Audio Engineer Sony Music, Minoru Tsuji, dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Pengalaman di New York memperluas perspektifnya mengenai perkembangan industri musik, produksi audio, serta hubungan antara kreativitas dan teknologi.

Program Sony Music Group Global Scholars sendiri dijalankan Sony Music Group bersama Institute of International Education (IIE).

Pendidikan Information Systems di President University

Sebelum melanjutkan ke jenjang MSIT, Alfath menyelesaikan pendidikan Bachelor of Science in Information Systems/Computer Information Systems di President University.

Pendidikan tersebut ditempuh dengan dukungan Sony Music Group Global Scholars Program 2022–2026.

Pada September 2025, Alfath mempertahankan tugas akhirnya dengan memperoleh Grade A atau Excellence.

Tugas akhir tersebut berjudul “Architecture and Implementation of an ‘Order-to-Publish’ Web-Based Integrated Information System for Music Production and Publishing at PT. Flemmo Music Global (FMG Universe).”

Melalui proyek tersebut, Alfath mengembangkan sistem terintegrasi untuk menangani proses permintaan klien, produksi musik, publishing metadata, release management, invoicing, hingga payment monitoring.

Sistem dikembangkan menggunakan Next.js, React, TypeScript, Python, Supabase PostgreSQL, dan Vercel, serta menerapkan Role-Based Access Control dan Row-Level Security.

Evaluasi terhadap 30 klien setelah implementasi menunjukkan 96,7 persen responden menyatakan sangat puas dan 3,3 persen puas.

Pada 22 Agustus 2026, President University menerbitkan Certificate of Completion yang menyatakan Alfath telah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik program sarjana dengan total 151 SKS dan CGPA 3,60 dari skala 4,00.

Lengkapi Pendidikan melalui Marketing Communication

Selain Information Systems, Alfath juga menyelesaikan Bachelor of Communication – Marketing Communication di BINUS University, Jakarta.

Pendidikan tersebut ditempuh dengan dukungan Widia Scholarship dan Beasiswa Pendidikan Indonesia.

Pada 20 Juli 2026, ia mempertahankan Bachelor's Thesis berjudul “The Influence of Social Media Marketing on Service Usage Intention Toward Music Arrangement Services at Flemmo Music Global.”

Penelitian tersebut melibatkan 225 responden valid dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics.

Hasil penelitian menunjukkan social media marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan jasa aransemen musik, dengan kontribusi sebesar 52,7 persen.

Latar belakang Marketing Communication tersebut melengkapi kompetensi teknologi Alfath dengan pemahaman mengenai perilaku konsumen, pemasaran digital, komunikasi, dan pengembangan pasar.

Tampil di Festival AI Nusantara 2026

Pengembangan Alfath pada bidang AI juga diperkenalkan melalui Festival AI Nusantara 2026 yang diselenggarakan Microsoft Elevate pada Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Alfath tampil sebagai narasumber sekaligus performer dalam kolaborasi musik antara manusia dan Artificial Intelligence.

Ia membahas pemanfaatan AI dalam industri musik digital serta peluangnya dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif.

Keterlibatan itu memperlihatkan bagaimana pengalaman di bidang musik dan teknologi digunakan untuk mengeksplorasi penerapan AI dalam proses kreatif.

MSIT Perkuat Business Intelligence dan Machine Learning

Program MSIT President University menjadi tahap lanjutan untuk memperdalam kemampuan Alfath di bidang Business Intelligence, Data Analytics, Machine Learning, dan Artificial Intelligence.

Bidang pembelajaran dalam program tersebut mencakup Big Data Analytics, Business Intelligence, Machine Learning, Natural Language Processing, Voice and Image Recognition, Information Retrieval, hingga Advanced Cyber Security.

Program ini juga mencakup penelitian dan thesis untuk memperkuat kemampuan akademik serta pemecahan masalah berbasis teknologi.

Bagi Alfath, pembelajaran tersebut memiliki hubungan langsung dengan pengalaman membangun sistem informasi untuk FMG Universe.

Sistem informasi menghasilkan berbagai data operasional yang selanjutnya dapat dianalisis menggunakan Business Intelligence dan Data Analytics.

Data tersebut kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut melalui Machine Learning dan AI untuk menghasilkan kemampuan prediktif serta mendukung pengambilan keputusan.

Dalam rencana akademiknya, Alfath mengembangkan gagasan mengenai pemanfaatan data operasional dari sistem informasi industri kreatif untuk membangun intelligent decision-support framework, termasuk analisis kinerja dan demand forecasting.

Konsep tersebut membentuk alur:

Information Systems → Data → Business Intelligence → Artificial Intelligence → Intelligent Decision-Making.

Kembangkan One Music OS

Salah satu proyek teknologi yang tengah dikembangkan Alfath adalah One Music OS dalam ekosistem FMG Universe.

Konsep tersebut diarahkan sebagai infrastruktur teknologi musik yang mengintegrasikan Artificial Intelligence, audio intelligence, software engineering, serta creative infrastructure.

One Music OS dikembangkan untuk mencakup sejumlah proses dalam industri musik, mulai dari music creation, production, licensing, publishing, distribution, hingga monetization.

Pengalaman Alfath sebagai composer, music producer, audio engineer, sekaligus technology builder menjadi salah satu dasar pengembangan sistem tersebut.

Melalui pendekatan tersebut, teknologi musik tidak hanya diposisikan sebagai perangkat produksi, tetapi juga sebagai infrastruktur digital yang menghubungkan kreativitas, data, AI, dan bisnis.

Portofolio Menjangkau Pasar Internasional

Dalam profil profesionalnya, Alfath mencatat lebih dari 100 produksi musik yang dikerjakan untuk proyek di Asia, Eropa, Amerika, dan Timur Tengah.

Ia juga mencatat lebih dari 1.500 music sheets untuk produksi internasional melalui BollyPiano Ltd serta lebih dari 1.200 sound assets untuk game dan interactive audio ecosystems.

Pengalaman lainnya mencakup pengembangan pipeline audio dan video labeling di Supahands dengan tingkat akurasi yang disebut mencapai lebih dari 98 persen.

Sementara di BeatpulseLabs, Alfath berkontribusi sebagai Music & Audio Subject Matter Expert dan Senior Audio Annotation Specialist.

Pengalaman tersebut memperluas lingkup pekerjaannya dari produksi musik menuju pengelolaan audio data serta pengembangan teknologi yang berkaitan dengan Artificial Intelligence.

Jakarta tetap menjadi basis bagi pengembangan FMG Universe dan One Music OS.

Dari Jakarta, Alfath mengembangkan produk dan layanan dengan memanfaatkan cloud infrastructure, software engineering, AI, serta jaringan kolaborasi internasional.

Memadukan Musik, AI, dan Entrepreneurship

Perjalanan Alfath mempertemukan beberapa disiplin dalam satu jalur pengembangan profesional.

Pengalaman sebagai composer dan music producer memberinya pemahaman terhadap sisi kreatif, sementara pengalaman sebagai audio engineer dan sound designer memperkuat aspek teknis produksi.

Information Systems memberi fondasi pada sistem, software, data, dan proses bisnis. Marketing Communication memperluas perspektif pada pemasaran, pengguna, serta komunikasi digital.

Pada saat yang sama, kompetensi di bidang AI, Machine Learning, Cloud Infrastructure, MLOps, DevSecOps, dan Full-Stack Engineering dikembangkan untuk mendukung pembangunan teknologi.

Kombinasi tersebut kemudian diterapkan melalui FMG Universe dan One Music OS.

Dimulainya studi MSIT pada September 2026 menjadi fase selanjutnya dalam pengembangan Alfath sebagai AI Systems Engineer dan Music-Tech Architect.

Bidang yang menjadi fokusnya antara lain Artificial Intelligence, Business Intelligence, Machine Learning, Data Analytics, Audio AI, serta Music Technology.

Pengembangan tersebut juga membuka peluang pada bidang Generative AI, intelligent audio systems, music data, predictive analytics, creative SaaS, AI-powered DAW systems, licensing technology, dan distribution systems.

Debut sebagai Solo Artist melalui “LET’S SEE” dan “SLOW MOTION”

Di luar kegiatan akademik dan pengembangan teknologi, Alfath juga memasuki fase baru sebagai solo artist.

Pada April 2026, ia merilis single “LET’S SEE”, kemudian disusul “SLOW MOTION” pada Mei 2026.

Dua lagu berbahasa Inggris tersebut menandai debut Alfath sebagai singer-songwriter dan self-produced artist.

“LET’S SEE” mengusung Pop R&B/Soul dengan tema mengenai masa depan, kemungkinan, dan optimisme.

Sementara “SLOW MOTION” menggabungkan Cinematic Pop dengan R&B/Soul dan mengangkat tema cinta, waktu, serta fragilitas momen bersama seseorang.

Proses produksinya memanfaatkan pendekatan modern music production dan immersive audio, termasuk teknologi Dolby Atmos.

Debut tersebut memperluas perjalanan Alfath yang sebelumnya lebih banyak dikenal sebagai composer, producer, audio engineer, dan pengembang music technology.

Dengan studi MSIT yang dimulai pada September 2026, Alfath Flemmo melanjutkan pengembangan akademik dan profesional yang mempertemukan musik, Artificial Intelligence, data, software engineering, serta entrepreneurship. Melalui FMG Universe dan One Music OS, ia menempatkan Jakarta sebagai basis pengembangan teknologi dengan orientasi pada industri kreatif global.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.