Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Bank Sampah Manfaat: Seni Mengolah Sampah

IMG-20240526-WA0009

Mahasiswa.co.id - Minggu 26 Mei 2024, Desa Bolorejo, Kabupaten Tulungagung. Saya Krisna Wahyu Yanuar dan teman saya Muhammad Ilhamun Nadjib dari Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prodi Sosiologi Agama melakukan pertobatan ekologis dengan mengunjungi pemilik Bank Sampah Manfaat, yakni Bapak Agus Susanto. Sebelumnya kunjungan dan mengikuti aktivitas kali ini berdasarkan Tugas Akhir Semester dari Mata kuliah "Analisis Wacana dan Resolusi Konflik" yang diampu langsung oleh Bapak Dosen Naufal Kurniawan.

Wacana yang kita ambil adalah wacana konservasi lingkungan tempatnya, wacana pengelolaan sampah. Pada kenyataanya pengamatan yang diambil banyak masyarakat masih minim kesadaran akan pengelolaan sampah. Terbukti dari pemilihan sampah yang organik dan an organik yang masih campur aduk.

Terlihat sepele, menurut bapak Agus Susanto, tapi memiliki dampak lingkungan yang nyata. Beberapa sampah seperti Styrofoam, itu sangat lama sekali penguraiannya. Awal mula bapak Agus Susanto mendirikan ini diawali dengan semangat edukatif nya. berawal dari hobi bersih- bersih dan berkebun, Kebetulan diadakan lomba kampung bersih dari Pemkab Tulung Agung. Dan salah satu kriterianya adalah pengelolaan sampah. Awal- awal banyak antusias masyarakat untuk membentuk lingkungan yang aman, kemudian satu persatu ditata senyaman mungkin dan pada akhirnya terciptalah Bank Sampah Manfaat Ini. Lembaga ini Berdiri secara Sah pada tanggal 2 Mei 2017.

Bank Sampah, adalah mekanisme untuk pengelolaan sampah yang produktif.J adi sampah tidak menjadi akhir pembuangan, tapi di kelola dan diolah.  Berdasarkan tiga prinsip Reduce (mengurangi sampah), Reuse (menggunakan sampah kembali), Recycle (mendaur ulang sampah).

Sampah- sampah  diambil atau disetor dari masyarakat sesuai dengan kesepakatan. Yang bertugas bagian dari itu adalah Pak mukarom sebagai pengambil sampah. Pengambilan sampah kemudian dipilah, ditimbang, dan hasilnya (sampah) dijadikan tabungan.Tercatat ada 62 nasabah bank sampah. Beliau terbuka untuk siapapun yang menjual sampahnya disini, dan menabung disini tidak hanya area sekitar sini. Menurut beliau disini juga bekerja sama dengan pegadaian, yang mana tabungan sampah bisa ditukar ke emas. Sebagai investasi masa depan.

Gambar Ruang Pengumpulan Sampah

Untuk luasnya tempat ini 434 m² ada dua tempat pertama ruang administrasi dan edukasi dan kedua tempat pengumpulan sampah. Tempat pengumpulan sampah terletak di depan, sementara taman edukasi dan administrasi terletak dibelakangnya. Sewaktu- waktu untuk taman edukasi bisa dibuka melalui via japri beliau. Untuk tempat penjualan sampah beliau terbuka kepada siapapun.

Gambar Ruang Administrasi dan Edukasi ini

Perbedaan Bank Sampah ini dengan Lainya

Bedanya sistem bank sampah ini dengan bank sampah lainya atau pengumpul sampah rosok. Bank sampah disini menggunakan sistem lembaga dan ada susunan organisasinya. Disini juga ada pihak yang mengurusi nasabahnya yang terkait tabungan setelah menjual sampahnya dan diberikan nota, di masukan ke rekening.

Pentingnya Mengolah Sampah

Sampah Organik disini selalu  didaur ulang menjadi pupuk kompos, pupuk untuk media tanam, bisa untuk menguraikan sampah, ditampung saja lama- lama membusuk nanti menjadi pupuk kompos. Pernah juga disini sebagai budidaya maggot. Kadang juga sampah organik yang bersih, seperti kulit jeruk dijadikan menjadi pupuk enzim, yang mana bisa untuk dijadikan pembersih, Yang baru- baru dari sisa sia buah difermentasi menjadi kosmetik, dengan campuran madu.

Gambar kami Membuat Ecobrick

Untuk yang anorganik seperti botol, teh rio dibuat untuk kerajinan tangan seperti hiasan bunga, topi, atau Ecobrick, cermin kembang pinus, galon tempat sampah berwarna dan lain- lainya. Pendapatan dari Bank Sampah Manfaat ini diperoleh dari jual beli rosok (sampah) kemudian dari jual kerajinan, kemudian edukasi.

Rencana kedepan bapak Agus Susanto terkait tempat ini, beliau ingin membersihkan sungai dan dibuat mini wisata. Seperti kolam pemancingan atau wisata lingkungan. Rencananya ini juga mau dibuat taman lingkungan yang berisi pameran hasil kerajinan, kemudian juga budidaya tanaman.

Kekurangan dari Bank Sampah Manfaat ini adalah lokasinya tidak bisa mobil masuk, tempatnya yang terdalam sulit mengetahui dimana lokasinya, karena letaknya di tengah rumah- rumah warga. Yang kedua jumlah personilnya kurang, yang ketiga branding media sosial. Harapannya adalah semoga selalu ada manusia yang peka terhadap kebersihan lingkungan menciptakan lingkungan yang aman. Dan banyak komunitas atau aktivis lingkungan yang bisa bersama- sama memperdulikan nasib bumi kita.

Gerakan Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah

Iklim yang berubah- ubah, hasil panen yang tidak menentu, harga pupuk mahal, pasti disebabkan oleh lingkungan yang tidak kondusif. Yang tidak menciptakan rasa iman yang aman. Diskusi kritis mengenai lingkungan  semakin banyak dilakukan dari sudut pandang politik, ekonomi, atau ilmiah.

Seperti Dengan bukunya, Francis berupaya memberikan kerangka baru bagi perdebatan lingkungan hidup. Penting  untuk dipahami bahwa ketika Fransiskus memberikan kerangka iman untuk memikirkan isu-isu lingkungan hidup, ini tidak berarti bahwa ia memaksakan perspektif imannya sendiri. Ia dengan jelas menulis dalam Bab 62 Laudato Si': "Saya sadar betul bahwa tidak semua orang mempunyai iman. "Dari sudut pandang keimanan, Fransiskus percaya bahwa alam semesta  adalah ilahi dari Sang Pencipta hadiah berharga. Oleh karena itu, kita perlu menghormati alam semesta. Paus Fransiscus mengajak semua orang untuk memperhatikan alam semesta. (Pramana Anggara, 2017)

Semoga dengan adanya pengelolaan Bank Sampah Manfaat ini dapat memantik kesadaran bersama, bahwa pesan Paus Fransiscus memang bisa kita terima. Dengan spiritualitas kita bisa menggerakan wacana konservasi lingkungan kearah ekonomis atau ke arah perbaikan dan pembangunan lingkungan hijau. Dengan usaha bapak Agus Susanto dan kesadaran saya Krisna Wahyu Yanuar dan teman Saya Muhammad Ilhamun Nadjib, memang hal ini tidak bisa disepelekan. Terkadang kita lali hal sekecil ini yang sangat berpengaruh dengan hal yang kompleks.

Gambar Kerajinan hasil Limbah Kertas

Kemudian setelah kita mengobrol dengan bapak Agus Susanto kita membuat Ecobrick, membuat kerajinan kursi dari limbah botol dan limbah kain. Sebagai usaha awal saya dan teman saya untuk sadar dan pentingnya mengolah hal yang terbuang menjadi barang yang berguna kembali secara ekonomis atau artistik (keindahan). Karena alam adalah sumber keindahan, maka menyatu lah dengan keindahan tersebut dan gunakanlah sebaik mungkin. "Kebersihan sebagian dari Iman"

Wallahul Muwafiq Ila Aqwa Min Thoriq

Wassalamualaikum wr wb.

Penulis Krisna Wahyu Yanuar, Sosiologi Agama UIN SATU Tulungagung

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.