Belajar Profesionalisme bersama program MBKM di PT MarkPlus Indonesia: Pengalaman Magang yang Berharga
Oleh Redaksi
Mahasiswa.co.id - Menjadi bagian dari PT MarkPlus Indonesia melalui program magang adalah pengalaman yang tak terlupakan. Perusahaan yang dikenal sebagai pelopor pemasaran modern ini membuka mata saya tentang bagaimana dunia kerja menggabungkan kreativitas, data, dan strategi untuk menciptakan solusi yang relevan bagi klien dan organisasi.
Sebagai intern People Development Analyst di MarkPlus Institute, saya terlibat langsung dalam berbagai aktivitas penting seperti penyusunan proposal, analisis kebutuhan pelatihan, hingga pengembangan modul pelatihan. Semua proses ini dilakukan dengan pendekatan berbasis data, memastikan bahwa setiap program pelatihan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan klien yang spesifik. Selain itu, saya belajar bagaimana menerjemahkan kebutuhan klien menjadi solusi yang konkret dan aplikatif, dengan tetap mempertahankan relevansi terhadap tren pasar.
Proyek Utama yang Dijalani
1. Penyusunan Proposal: Salah satu tugas utama saya adalah menyusun proposal pelatihan. Setiap proposal mencakup identifikasi kebutuhan klien, perancangan aktivitas pelatihan, hingga penyusunan rundown acara. Proses ini melibatkan kerja sama yang erat dengan mentor dan tim untuk memastikan bahwa semua detail sudah sesuai dengan kebutuhan klien. Dari proses ini, saya belajar pentingnya detail, komunikasi, dan kolaborasi tim dalam menghasilkan dokumen berkualitas tinggi yang dapat meyakinkan klien.
2. Pengembangan Modul: Dalam pengembangan modul, saya bertanggung jawab merancang materi pelatihan yang relevan dengan kebutuhan klien. Modul ini mencakup berbagai aspek seperti teori, kerangka kerja, dan ilustrasi yang mendukung efektivitas pelatihan. Pengalaman ini mengajarkan saya cara mengintegrasikan teori psikologi dengan pendekatan pemasaran untuk menciptakan materi yang tidak hanya informatif tetapi juga menarik dan mudah dipahami oleh peserta pelatihan.
3. Client Meetings: Saya juga berkesempatan untuk menghadiri pertemuan dengan klien, baik sebagai pengamat maupun partisipan aktif. Dalam pertemuan ini, saya belajar cara berkomunikasi secara profesional dan memahami ekspektasi klien. Interaksi ini melatih kemampuan saya dalam mendengarkan secara aktif, mencatat kebutuhan mereka, dan menyampaikan ide dengan jelas. Pengalaman ini memperkaya keterampilan interpersonal saya, yang sangat penting dalam dunia kerja.
Refleksi dan Tantangan
Salah satu hal yang mengejutkan selama magang adalah tidak adanya program pelatihan internal khusus untuk karyawan di MarkPlus Institute. Sebagai mahasiswa psikologi, hal ini menjadi refleksi penting bagi saya tentang perlunya pengembangan berkelanjutan untuk mempertahankan relevansi keterampilan di tengah industri yang terus berubah. Tanpa program pelatihan internal, ada risiko stagnasi kompetensi, terutama di industri yang sangat kompetitif seperti pemasaran.
Tantangan lain yang saya hadapi adalah adaptasi terhadap terminologi dan konsep dunia pemasaran. Sebagai mahasiswa psikologi, istilah seperti B2B marketing, strategi pemasaran, dan FAB technique terasa asing di awal. Namun, dengan bimbingan mentor yang responsif dan inisiatif belajar mandiri melalui riset literatur, saya berhasil memahami konsep-konsep ini. Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya pembelajaran berkelanjutan dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
Kesimpulan
Program magang di PT MarkPlus Indonesia ini tidak hanya memperkaya keterampilan teknis saya, tetapi juga meningkatkan kemampuan soft skills seperti komunikasi, manajemen waktu, dan pemecahan masalah. Saya belajar bagaimana bekerja dalam tim lintas sektor, mengelola proyek, dan memberikan solusi yang relevan bagi klien. Pengalaman menjadi MC dalam salah satu sesi pelatihan, misalnya, membantu saya melatih kemampuan public speaking dan meningkatkan rasa percaya diri.
Magang ini juga membuka wawasan saya tentang pentingnya fleksibilitas, pembelajaran berkelanjutan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan baru. Dengan semua pelajaran yang saya dapatkan, saya merasa lebih siap untuk melangkah ke tahap karier selanjutnya, khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia. Pengalaman ini telah memberikan fondasi yang kuat untuk terus berkembang dan berkontribusi secara profesional di dunia kerja.
Penulis: Aslama Tazkia
Universitas Pendidikan Indonesia, Program Magang MBKM
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0