Purwokerto, (6/9), Mahasiswa.co.id - Di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, nama Fatan kian dikenal. Mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah itu bukan hanya aktif di kelas, tapi juga di berbagai kegiatan organisasi dan diskusi mahasiswa. Dengan gaya bicaranya yang tegas dan argumennya yang tajam, banyak yang kemudian menjulukinya “Bung Kecil” — simbol dari semangat perjuangan mahasiswa yang berpikir kritis dan berjiwa sosial.
Julukan itu tak datang begitu saja. Fatan sering tampil di depan forum, menyuarakan pandangan kritis terhadap kebijakan kampus maupun isu pendidikan nasional. Ia dikenal sebagai sosok yang berani menyampaikan pendapat, namun tetap dengan cara santun dan berdasar pada data. “Menjadi mahasiswa FKIP itu bukan hanya belajar mengajar di kelas, tapi juga belajar berpikir, bersikap, dan bertanggung jawab terhadap kondisi sekitar,” ungkap Fatan saat ditemui di sela kegiatan diskusi publik.
Bagi teman-teman seangkatannya, Fatan adalah pribadi yang mudah didekati, namun memiliki prinsip kuat. Ia tak segan mengingatkan rekan-rekannya agar lebih peka terhadap isu sosial dan pendidikan. “Kritik itu bagian dari cinta,” ujarnya sambil tertawa kecil, “Kalau kita diam, artinya kita membiarkan keadaan tetap sama.”

Komentar 0