Oleh: Lubnah, Mahasiswa STITMA Yogyakarta.
Banyak orang mengira bahwa motivasi seorang siswa itu terpengaruh dari hal luar seperti nilai yang bagus atau tekanan belajar yang tinggi. Tapi kenyataannya, kepribadian seorang gurulah yang akan mengubah motivasi para siswa.
Seringkali, siswa merasa dirinya dipengaruhi oleh tekanan belajar yang ketat atau takut terhadap gurunya, dan itu membuat performa mereka terhadap belajar menurun. Namun, akan sangat berbeda jika guru memiliki keprebadian yang baik dan mampu memahami proses belajar siswa. Karena ini, siswa akan lebih segan dan lebih bertanggung jawab. Melihat dampak tersebut, kita bisa mengetahui bahwa kepribadian guru sangatlah berperan penting untuk perkembangan dan motivasi seorang siswa.
A. Pengertian kepribadian pendidik
Keprebadian merupakan pola tingkah laku seseorang yang terbentuk sejak lahir, tapi keprebadian juga bisa dibentuk dari pengaruh lingkungan.
Seperti Ki Hajar Dewantara yang memberikan sebuah semboyan, yaitu ‘Ing Ngarsa Sung Tulada’, yang artinya di depan memberi teladan. Maksudnya adalah bahwa keprebadian guru sebenarnya adalah ‘kurikulum hidup’. Siswa bukan hanya mencatat materi dan mendengar, tapi juga melihat dan merasakan gurunya bersikap. Hal itu membuat siswa secara perlahan mengikuti sikap gurunya. Selain itu, seorang psikolog ternama, Carl Rogers, menyatakan bahwa manusia memiliki motivasi alami untuk berkembang. Hal ini berkaitan dengan peran guru terhadap siswa dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, seperti membuat siswa merasa aman secara psikologis, terlibat dalam proses belajar, hingga merasa bahwa materi memiliki makna kehidupan.
Hal ini menunjukkan bahwa keprebadian guru sangat berperan besar dalam psikologis dan motivasi siswa dalam dunia belajar. Oleh karena itu, guru perlu memiliki beberapa karakteristik keprebadian pendidik untuk mewujudkan proses pembelajaran yang diinginkan.
Beberapa karakteristik keprebadian pendidik yang dapat meningkatkan motivasi belajar Adalah :
1. Empati dan kepedulian
Seorang guru dapat merasakan dan memahami siswa yang sedang kesulitan, sedih, dan patah hati. Dengan hal ini sebaiknya guru berusaha untuk menjadi pendengar yang baik dan memberi dukungan tanpa menghakimi. Sikap ini menciptakan rasa kepercayaan di hati siswa dan tetap termotivasi untuk terus belajar.
2. Kesabaran dalam proses belajar
Sabar adalah sifat paling penting yang harus ada dalam setiap pendidik agar bisa mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Karena sabar bisa mempengaruhi kualitas pembelajaran. Jika ada siswa yang membuat keributan atau tidak mau belajar, sebaiknya guru tidak menegurnya langsung di depan teman-teman yang lain. Sebaliknya, guru perlu refleksi diri apakah metode mengajar sesuai, lalu menemui siswa tersebut dengan personal untuk menasihatinya tanpa memberi tekanan berlebihan pada dirinya.

Komentar 0