Bantul, Mahasiswa.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 101 menggelar kegiatan pelatihan bertajuk
“UMKM Go Digital - Cara Mudah Promosi Produk di Media Sosial” pada Sabtu, 3 Agustus 2025, pukul 15.30–17.30 WIB. Bertempat di Joglo Susu, Padukuhan Imogiri, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat yang memiliki semangat untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka di era digital. Pelatihan ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN UMBY Kelompok 101, sebagai wujud kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya membantu pelaku UMKM agar mampu mengembangkan strategi pemasaran secara digital, terutama melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta mengenalkan sistem pembayaran digital melalui QRIS (
Quick Response Code Indonesian Standard).
Tanpa Sambutan, Langsung Padat Materi
Berbeda dari kebanyakan kegiatan sosialisasi formal, pelatihan ini tidak diawali dengan sambutan atau pembukaan resmi. Begitu peserta hadir, mahasiswa langsung membuka sesi pelatihan dengan penyampaian materi utama agar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk praktik dan diskusi. Materi dibawakan oleh tim mahasiswa yang telah melakukan observasi dan pengumpulan data sebelumnya terkait kondisi UMKM di Padukuhan Imogiri. Mereka menemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha di wilayah tersebut belum memanfaatkan media sosial secara maksimal dalam memasarkan produknya. Bahkan, beberapa peserta belum memiliki akun media sosial untuk bisnis. “Banyak yang belum tahu cara membuat konten promosi yang menarik, atau masih bingung bagaimana mengunggah produk di Instagram atau TikTok dengan strategi yang tepat. Maka dari itu, pelatihan ini kami buat sepraktis mungkin agar langsung bisa dipraktikkan,” ujar Yulius Verianto Mangku Alam, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMBY sekaligus pemateri.
Apa yang Diajarkan?
Pelatihan ini mencakup dua topik utama:
- Promosi Produk via Media Sosial
Peserta dikenalkan dengan berbagai fitur promosi di Instagram seperti
Feed Post (unggahan foto produk),
Instagram Stories (promosi singkat dengan durasi 24 jam),
Reels (video pendek yang berpotensi viral), hingga
Highlight (kumpulan stories penting seperti katalog, testimoni, atau diskon). Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan TikTok sebagai platform yang sangat potensial untuk promosi produk UMKM melalui video pendek, penggunaan sound
viral, dan
hashtag challenge. Mahasiswa juga membagikan tips membuat
“hook”, atau bagian pembuka dalam video yang memikat penonton dalam 3–5 detik pertama. “
Hook itu seperti pancingan agar penonton tidak skip video kita. Bisa pakai kalimat promo, pertanyaan, atau visual menarik,” jelas Yulius Verianto Mangku Alam, selaku pemateri.
- Pembuatan Konten dan Editing Sederhana
Peserta diajak praktik langsung mengambil foto dan video produk mereka. Mahasiswa memberikan panduan teknis seperti pencahayaan, sudut pengambilan gambar, latar belakang produk, dan pemanfaatan alat sederhana yang tersedia di rumah.
Editing dilakukan menggunakan aplikasi gratis di
smartphone, seperti CapCut dan Canva. Mahasiswa membantu peserta menyusun
caption yang menarik dan mendorong aksi beli, serta memilih musik atau efek visual yang sesuai agar konten lebih hidup.
Tambahan Materi: QRIS untuk Kemudahan Transaksi
Sebagai bonus dari pelatihan ini, mahasiswa juga memberikan sesi singkat tentang pembuatan QRIS. Banyak peserta belum mengetahui bahwa mereka bisa memiliki QRIS sendiri, bahkan tanpa harus punya rekening bisnis. Mahasiswa mendampingi peserta mengunduh aplikasi penyedia layanan QRIS seperti Gopay Merchant dan membantu mengisi formulir pendaftaran secara daring.
“Kami melihat bahwa tidak cukup hanya promosi. Sistem pembayaran yang praktis juga sangat penting. Dengan QRIS, pelanggan bisa bayar pakai
e-wallet tanpa repot uang kembalian. Ini menjadikan usaha lebih modern,” tambah Yulius.
Praktik Interaktif dan Antusias Peserta
Pelatihan berlangsung dalam suasana santai namun produktif. Peserta tidak hanya mencatat materi, tetapi juga langsung mempraktikkannya. Beberapa peserta bahkan berhasil membuat konten promosi dan langsung mengunggahnya ke akun Instagram mereka dengan bantuan mahasiswa. Salah satu peserta, Ibu Kartini, pemilik usaha batik
ecoprint “Kartienie”, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Selama ini saya mau
upload tapi ga tau caranya bikin video atau
caption itu mas, ternyata seru dan gampang” katanya antusias.
Harapan untuk keberlanjutan
Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa dan peserta melakukan dokumentasi bersama sebagai penutup acara. Koordinator Kelompok 101, Riski Isnawan, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi awal perubahan pola promosi UMKM di Imogiri. “Kami ingin pelaku usaha di sini percaya diri bersaing di pasar digital, bukan hanya dalam promosi tapi juga dalam sistem transaksi,” ungkapnya. Kegiatan ini menjadi contoh nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan bekal keterampilan promosi digital dan akses pembayaran modern, UMKM Imogiri diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan omzet secara berkelanjutan.
Penulis : Tiara Isyhapuri Nisa Lathifah
Organisasi : KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 101
Komentar 0