Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Diksi Politik: Usaha Nyata Himadiksi Supaya Mahasiswa Tidak Buta Politik

Gambar WhatsApp 2024-05-19 pukul 11.39.59_ba9e948d

Mahasiswa.co.id - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi (HIMADIKSI) Universitas Pendidikan Indonesia lewat salah satu program kerjanya kompartemen sosial dan politik pada Selasa, 14 Mei 2024 mengadakan kegiatan ngobrol santai terkait politik dibawah program kerja Diksi Politik.

Kegiatan berlangsung di Teras Café & Eatery, Gegerkalong, Bandung mulai pukul 15.30 – 18.00 WIB, dengan mengangkat tema “Pendidikan Politik untuk generasi Z: Membangun kesadaran dan Keterlibatan Generasi Z Terhadap Politik”. Kegiatan ini hadir supaya kita tidak buta politik dan untuk menepis anggapan bahwa politik adalah sesuatu yang mengerikan dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Seperti apa yang dikatakan Bertolt Brecht bahwa buta yang paling buruk adalah buta politik, karena orang yang buta politik tidak sadar bahwa setiap harga yang kita keluarkan untuk kehidupan sehari-hari, mulai dari biaya makan, harga obat, harga rumah, sampai harga pendidikan semua ada hubungannya dengan sebuah kebijakan politik.

Untuk itu ngobrol terkait politik ini dikemas secara santai dengan aktif melibatkan peserta untuk saling bertukar perspektif. Dalam ngobrol kali ini Diksi Politik mendatangkan seorang pemantik yaitu Nova Nafisah Zulfa yang diketahui merupakan seorang aktivis mahasiswa yang juga baru saja demisioner sebagai Menteri Analisis Isu Strategis BEM REMA UPI tahun 2023-2024.

Nova memantik audience untuk berpendapat dengan memberikan pertanyaan “setuju atau tidak politik itu kotor?” tanya Nova yang disambut oleh berbagai pendapat dari peserta. Lebih lanjut Nova menuturkan bahwa pada dasarnya menurut teori klasik politik dari Aristoteles, politik adalah suatu cara mencapai tujuan, lebih luas lagi yaitu cara suatu negara untuk mencapai tujuan kebahagiaan negaranya. Setelah mendapatkan penjelasan itu salah satu peserta menuturkan” menurut saya politik tidak dapat dikatakan kotor, hanya dapat dipandang kotor bila cara yang dilakukannya salah”. Ungkap Permata.

Nova juga menyampaikan dua keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk terlibat dalam politik yaitu Critical Thinking dan Decision Making, yang mana kedua hal tersebut sudah diasah sejak masuk bangku perkuliahan yang mana di perkuliahan ini menuntut pemikiran yang sistematis yang merupakan cikal bakal untuk bisa berpikir kritis dan dari situ bisa membuat keputusan. Lebih lanjut Nova menuturkan bahwa skripsi adalah puncak mahasiswa berpikir sistematis.

Kegiatan berjalan dengan kondusif dan semakin membakar semangat seiring berjalannya waktu, karena pembahasan terus mengerucut sampai ke ajakan untuk peduli terhadap isu yang sedang terjadi apalagi apabila isu tersebut langsung berdampak pada diri kita sendiri, salah satu isu yang diangkat yaitu mengenai isu UKT di Universitas Pendidikan Indonesia. Diakhir acara Nova memberikan penutup “Keadilan Jadi sukar jika tegak pada yang bayar, Maka kaji agar itu jadi kebaruan”. Lalu Nova mengajak peserta untuk sama-sama menggemakan “Revolusi itu mustahil tapi diam bukan solusi” tutur Nova yang diikuti ulang oleh peserta.

Kegiatan Diksi Politik kali ini bukan hanya diikuti oleh mahasiswa aktif dari Pendidikan Akuntansi tetapi juga kedatangan peserta dari mahasiswa Pendidikan Ekonomi (PE) dan Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam (IEKI). Diksi Politik sendiri merupakan sebuah program kerja yang fokusnya menyediakan ruang bagi anggota HIMADIKSI khususnya dan secara luas masyarakat umum untuk melek politik serta membiasakan diri peduli terhadap isu-isu yang sedang terjadi dengan membahasnya sehingga dapat mengasah kemampuan dalam mengkaji isu yang sedang berkembang.

Penulis:
Nur Afipah Afriyanti
Staf Kompartemen Sosial dan Politik
HIMADIKSI UPI

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.