Karanganyar, Mahasiswa.co.id - Inovasi di bidang keperawatan kembali hadir dari akademisi Indonesia. Dosen Program Studi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna Aji, resmi meluncurkan Buku Saku SMART-HTN: Panduan Praktis Self-Management Hipertensi untuk Pasien dan Keluarga. Buku saku digital tersebut telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan menjadi luaran utama dari Hibah Penelitian Fundamental yang didanai RisetMu Diktilitbang Muhammadiyah.
Peluncuran dilakukan di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro, yang sekaligus menjadi lokasi penelitian dan implementasi program. Kegiatan ini tidak hanya menandai hadirnya produk inovasi, tetapi juga menjadi momentum penguatan edukasi kesehatan berbasis kebutuhan nyata pasien di layanan primer.
Dalam keterangannya, Prima menegaskan bahwa persoalan utama dalam pengendalian hipertensi bukan hanya pada ketersediaan layanan, tetapi pada rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi. “Berdasarkan studi pendahuluan yang kami lakukan, tingkat kepatuhan minum obat dan pengelolaan gaya hidup pada pasien hipertensi masih sangat rendah. Hal ini berdampak langsung pada tingginya risiko komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, SMART-HTN dikembangkan sebagai pendekatan edukasi yang tidak lagi bersifat satu arah, melainkan interaktif, aplikatif, dan berorientasi pada perubahan perilaku. Buku saku digital ini memuat panduan komprehensif yang mengintegrasikan pemantauan tekanan darah mandiri, kepatuhan terapi, aktivitas fisik, pengendalian faktor risiko, serta pola hidup sehat dalam satu kesatuan sistem self-management yang mudah dipahami oleh pasien dan keluarga.
Keunggulan utama dari program ini terletak pada integrasi edukasi digital dengan pendekatan nurse-led intervention yang melibatkan keluarga sebagai bagian dari sistem pendampingan. Pendekatan ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan praktik sehari-hari pasien, sehingga edukasi tidak berhenti di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi berlanjut di lingkungan rumah.

Komentar 0