Mahasiswa.co.id - Di Era abad ke-21 ini, berita tentang E-Sport tentu sudah tidak asing ditelinga masyarakat terkhususnya anak – anak muda Gen Z. Perkembangan teknologi dan kemudahan internet telah menjadi penyebab utama dalam peningkatan popularitas E-Sport seperti Dota 2, League Of Legends, Counter-Strike:Global Offensive. Tidak hanya PC, E-Sport juga telah meranah ke Handphone seperti Mobile Legends, PUBGM dan Free Fire telah membawa E-Sport ke level kompetitif yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Tim – tim E-Sport kini memiliki basis penggemar yang besar, dan banyak turnamen dengan hadiah yang sangat besar.
Perkembangan E-Sport yang sangat cepat ini bahkan sampai meranah ke dunia Pendidikan dan menjadi salah satu cabang olahraga prestasi di Indonesia yang secara resmi telah diakui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olahraga Nasional Idonesia (KONI).
Dengan, begitu, maka E-Sports dapat ikut dipertandingkan pada kompetisi – kompetisi resmi tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Alasannya karena memang anak muda Indonesia sangat berbakat dan tercatat pernah menjuarai kompetisi tingkat dunia, antara lain Evos Esports pada ajang M1 World Championship dan Asean Games. ONIC pada MSC 2019 dan Bigetron Esports yang menjuarai kompetisi PUBG Mobile Club Open Fall Spit Global Finals 2019.
Dunia game yang dulu dianggap sebagai aktivitas yang hanya membuang waktu, kini telah menjelma menjadi sebuah industri besar yang kita kenal sebagai esport. Kompetisi game professional ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga telah menjadi platform bagi para pemain untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang relevan dengan dunia kerja masa depan. Esport, pada dasarnya, adalah sebuah ekosistem yang menggabungkan unsur olahraga, teknologi, dan hiburan serta telah membuktikan dirinya sebagai sebuah bentuk Pendidikan alternatif yang sangat efektif.
Mengapa E-Sport layak disebut sebagai Dunia Pendidikan Modern?
Bermain game secara kompetitif akan menstimulasi otak untuk bekerja lebih cepat dan efisien. Pemain esport dituntuk untuk mengambil keputusan dengan cepat, menganalisis situasi apa yang tak terduga dengan tepat, dan memecahkan masalah yang kompleks alam waktu singkat. Keterampilan – keterampilan ini sangat penting dalam berbagai bidang, mulai dari sains hingga bisnis.
Esport tidak hanya melatih otak, tetapi juga melatih aspek sosial dan emosional pemain. Seperti di sekolah, para siswa diberi pelajaran mengenai budi pekerti dan perilaku, esport juga melatih kerja sama tim yang baik, komunikasi yang efektif, kepemimpinan, dan manajemen stres yaitu beberapa soft skills yang bisa diasah melalui esport. Soft skills ini yang sangat dibutuhkan di dunia kerja abad ke-21 yang semakin canggih, kompleks, dan kolaboratif serta inovatif.

Komentar 0