Semarang, Jawa Tengah, Mahasiswa.co.id – Puluhan mobil dan motor tampak berjajar sepanjang Jalan Tanjung, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang. Di sanalah tempat Es Pankuk Pak Yono, es puter legendaris di Kota Semarang.
Antrean pembeli terlihat mengular di sebuah bangunan sederhana yang tersembunyi di sisi kiri Jalan Tanjung.
Cuaca panas yang menyengat memang cocok ditemani dengan seporsi es krim, sehingga tak heran jika kedai tersebut selalu ramai di siang hari.
Kardiyono, pemiliknya, mengungkapkan bahwa usaha es puter ini telah berdiri sejak tahun 1950, dimulai oleh orang tuanya yang dulu berjualan es puter keliling menggunakan gerobak.
“Ini udah dari tahun 1950, awalnya bapak yang ikut orang jualan es, tapi kemudian bapak saya jadi meneruskan usaha es juga, Alhamdulillah sampai sekarang,” kata Kardiyono yang akrab disapa Yono.
Yang membedakan dengan yang lain, lanjut Yono, ialah toping pankuk atau panekuk yang juga menjadi nama es legendaris ini. Pankuk sendiri ialah kue dadar yang terpotong kecil-kecil. Nantinya, dalam satu porsi Es Pankuk Pak Yono, akan berisi dengan es krim, pankuk, agar-agar, dan roti tawar.
“Pilihan rasanya ada empat, coklat, kelapa muda, durian, dan alpukat, dalam satu porsi nanti biasanya pilih tiga rasa, tapi juga bisa empat rasa,” lanjutnya.

Komentar 0