Yogyakarta, Mahasiswa.co.id - Sejak hadir pertama kali pada 14 Januari 2025, Kopi Sayang berhasil menarik perhatian masyarakat Yogyakarta lewat konsep kopi keliling yang sederhana namun efektif. Dengan 40 gerobak yang tersebar di berbagai titik strategis kota, termasuk sekitar Universitas 'Aisyiyah (UNISA) dan Jalan Magelang, Kopi Sayang menjawab kebutuhan akan minuman kopi yang praktis, cepat, dan mudah dijangkau.
Keunggulan utama Kopi Sayang terletak pada kemudahan akses dan kecepatan layanan. “Orang bisa langsung pesan dan pulang tanpa harus antre atau cari tempat duduk. Kami menyajikan kopi langsung dari gerobak di pinggir jalan, jadi lebih praktis daripada kafe,” ujar Indra Penjual Kopi Sayang. Meski berada di pinggir jalan, mereka tidak merasa tersaingi oleh kafe. Justru, konsep ini membuat kopi lebih mudah diakses kapan pun dan di mana pun.
Segmen pembeli pun beragam. Di kawasan UNISA, mayoritas pelanggan adalah mahasiswi yang mampir setelah kelas. Sementara di Jalan Magelang, kebanyakan pembeli adalah para pekerja yang ingin melepas penat setelah jam kerja. “Aku biasanya beli sama temen habis kelas, eh ketemu aja gerobaknya di samping kampus,” ujar Vina, salah satu pelanggan. Ia juga menyebut bahwa ngopi di Kopi Sayang terasa lebih relax dan tidak ribet, terutama karena tidak perlu repot mencari parkiran seperti di kafe.

Penyajian kopi keliling Kopi Sayang.
Komentar 0