Mahasiswa Ilmu Gizi FKM Unhas Lakukan Surveilans Kesehatan di Pangkep
Oleh Rendra Wicaksana · Editor: TIM Redaksi
Mahasiswa S1 Ilmu Gizi FKM Unhas Kembali Melaksanakan Evidence Based Learning II Foto: Fatima Nur Salsabila
Pangkep — Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin kembali melaksanakan kegiatan Evidence Based Learning (EBL) II di Desa Batara, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari EBL I yang telah dilaksanakan pada awal 2026. Tahap kedua ini digelar sekitar enam bulan setelah kegiatan pertama sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis bukti yang mengintegrasikan teori perkuliahan dengan praktik langsung di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaan EBL II, mahasiswa berfokus pada kegiatan surveilans kesehatan dan gizi berbasis keluarga. Mereka mengumpulkan data primer untuk mengidentifikasi berbagai persoalan gizi yang dihadapi masyarakat Desa Batara.
Pengumpulan data menyasar lima kelompok, yakni anak usia di bawah dua tahun atau baduta, balita, remaja putri, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Data tersebut akan digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan dan gizi masyarakat, mengenali faktor-faktor yang memengaruhi status gizi setiap kelompok sasaran, serta menjadi dasar penyusunan rekomendasi intervensi pada tahapan EBL berikutnya.
Pengumpulan Data Dilakukan dari Rumah ke Rumah
Mahasiswa melakukan pengumpulan data secara door to door melalui wawancara terstruktur menggunakan instrumen surveilans kesehatan dan gizi.
Wawancara mencakup karakteristik responden, pola konsumsi pangan dengan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ), kebiasaan sarapan, konsumsi Tablet Tambah Darah dan suplemen, aktivitas fisik, perilaku sedentari, penggunaan gawai, kesehatan mental, perilaku hidup sehat, citra tubuh, serta riwayat pelayanan kesehatan.
Instrumen wawancara disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok sasaran. Khusus bagi ibu hamil dan ibu menyusui, mahasiswa turut menggali informasi mengenai riwayat kehamilan, pemeriksaan antenatal, konsumsi suplemen selama kehamilan, dan praktik pemberian makan kepada anak.
Selain wawancara, mahasiswa melakukan pengukuran antropometri sesuai standar. Pengukuran tersebut meliputi berat badan, tinggi atau panjang badan, lingkar lengan atas atau LiLA, serta persentase lemak tubuh pada kelompok sasaran tertentu.
Seluruh data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan gambaran mengenai kondisi kesehatan dan gizi masyarakat Desa Batara. Hasil analisis tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi intervensi yang tepat sasaran.
Menjadi Dasar Penyusunan Intervensi Gizi
Ketua EBL II, Safrullah, S.Gz., MPH, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk memperoleh data lapangan yang berkualitas sebagai dasar penyusunan program intervensi gizi.
“Kegiatan ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengumpulkan data secara akurat dari lapangan serta mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi status gizi masyarakat. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi intervensi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Safrullah saat kegiatan penerimaan mahasiswa di Kantor Kecamatan Labakkang.
Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis dalam melakukan pengukuran dan pengumpulan data. Mereka juga memperoleh pengalaman dalam memahami kondisi sosial, lingkungan, dan kesehatan masyarakat secara nyata.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip learning by doing, community-based, dan evidence-based yang menjadi landasan pelaksanaan EBL. Melalui metode itu, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menganalisis data, serta menyelesaikan permasalahan kesehatan dan gizi secara komprehensif.
Pelaksanaan EBL II juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Universitas Hasanuddin dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan memanfaatkan data yang diperoleh langsung dari lapangan, mahasiswa diharapkan dapat merancang rekomendasi intervensi gizi yang sesuai dengan kebutuhan warga sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Batara.
Penulis: Fatima Nur Salsabila
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0