Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Berhasil Mengatasi Penggunaan Pupuk Kimia yang Berlebih

Gambar1

JurnalPost.com - Trichoderma sp merupakan jamur antagonis yang memiliki potensi sebagai biofungsida. Pengaplikasian pada tanaman sebelum dan saat pertumbuhan tanaman dapat mencegah dari serangan hama penyakit. Pembuatan biofungisida Trichoderma sp. mudah dikerjakan oleh petani karena bahan-bahan cukup tersedia dan mudah dilakukan.

Agen hayati Trichoderma sp. juga dapat dibuat pada media cair. Praktik aplikasi Trichoderma sp dilaksanakan 7 hari setelah masa inkubasi trichoderma pada media beras kukus. Bahan dan alat yang disaipkan adalah biakan Trichoderma sp., air, dan ember ataupun sprayer. Ember yang berisi air dalam 1 bungkus plastik Trichoderma sp. dilarutkan dalam 10 Liter air, kemudian air tersebut dapat diaplikasikan ke semua tanaman yang ada di lahan KWT Salam.

Trichoderma sp. bekerja memperbaiki struktur tanah di sekitar perakaran tanaman dengan cara menguraikan zat-zat organik yang ada di dalam tanah. Di dalam tanah sebenarnya terdapat banyak zat organik, namun dalam bentuk ukuran yang tidak dapat diserap oleh tanaman. Namun, dengan aplikasi Trichoderma maka bagan organik tersebut akan diurai dan setelah diurai oleh Trichoderma, zat-zat tersebut akan berubah menjadi ion-ion yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tanaman.

Trichoderma yang bersifat parasit terhadap jenis jamur lain bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan penyebaran patogen tular tanah penyebab penyakit perakaran, antara lain yaitu Layu Fusarium, Oxsporum, Ralstonia solanacearum, Rizoctonia solani dan lain sebagainya. Patogen-patogen tersebut diketahui sebagai penyebab penyakit busuk akar dan busuk pangkal batang yang menyebabkan tanaman cabai menjadi layu.

Harapannya dengan pengaplikasian Trichoderma sp. tersebut tanaman hortikultura yang ada di lahan KWT Salam akan semakin subur dan tidak akan terserang oleh patogen yang dapat menyebabkan tanaman tersebut mati begitu saja.

Penulis : Putri Tayuvani Girsang
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.