Mahasiswa.co.id - Mahasiswa KKN-T Gelombang 113 Maros 2, Universitas Hasanuddin sukses menyelenggarakan seminar program kerja di Kantor Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada hari Selasa (24/12). Seminar ini bertemakan "KKN Tematik Pengembangan Desa Wisata dan UMKM" yang bertujuan untuk memperkenalkan rencana program kerja KKN kepada masyarakat sekaligus mendapatkan masukan dan dukungan dari berbagai pihak atas program kerja yang telah dirancang. Seminar ini dihadiri oleh Bapak Irwan Ade Saputra, SIP., M.Si. selaku Dosen Pengampu KKN (DPK) Maros 2, Bapak Kepala Desa Bonto Mate’ne beserta staff desa, Kepala Dusun Desa Bonto Mate’ne, seluruh Ketua RT Desa Bonto Mate’ne, serta beberapa tokoh Masyarakat.
Kegiatan seminar program kerja diawali dengan sambutan oleh Bapak Irwan Ade Saputra, SIP., M.Si. selaku Dosen Pengampu KKN (DPK) Maros 2. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan Kepala Desa Bonto Mate’ne karena telah menerima dan menyambut mahasiswa KKN-T dengan baik. Beliau juga menyampaikan harapan agar mahasiswa KKN-T dapat menjalankan program kerja dengan maksimal dan memberikan kontribusi yang bermanfaat. Selain itu, beliau juga menitipkan mahasiswa KKN-T kepada masyarakat Desa Bonto Mate'ne, terkhusus kepada Kepala Desa Bonto Mate'ne.
Kegiatan seminar program kerja KKN kemudian secara resmi dibuka oleh Bapak Kepala Desa, H. Syahrul. “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung upaya mahasiswa KKN dalam mengembangkan produk UMKM. Saya berharap seminar program kerja ini akan melahirkan ide, gagasan, saran, dan rekomendasi untuk pengembangan produk UMKM serta objek wisata yang ada di Desa Bonto Mate'ne” ujar Syahrul. Beberapa program kerja terkait pengembangan UMKM yang diajukan ialah desain kemasan produk UMKM, serta pelatihan pembuatan produk hasil perikanan. Penyusunan program kerja ini didasarkan pada hasil observasi mahasiswa KKN terhadap kebutuhan utama pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk mereka.
Setelah kegiatan seminar program kerja secara resmi dibuka, agenda selanjutnya ialah pemaparan program kerja yang akan dilaksanakan selama KKN di Desa Bonto Mate'ne. Muh. Raihan Maulana M. selaku koordinator desa menuturkan bahwa penyusunan program kerja KKN dirancang sesuai dengan kebutuhan di Desa Bonto Mate'ne berdasarkan hasil observasi selama 5 hari di desa. Adapun program kerja kelompok yang akan dilaksanakan yakni, pembuatan alat pemupukan jagung, pembuatan batas wilayah, penyuluhan sampah sekaligus edukasi mengenai penyakit DBD, penyuluhan dan pembuatan poster pernikahan dini, pembersihan masjid, dan jumat bersih. Adapun program kerja individu dari masing-masing anggota KKN yakni, pemasangan lampu bertenaga surya, penyuluhan dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, desain kemasan UMKM, penyuluhan dan pemasaran digital, penyuluhan tentang pertanian di Sekolah Dasar, pelatihan visualisasi data menggunakan Ms. Excel, pengajaran Bahasa inggris di Sekolah Dasar dan pelatihan pengolahan produk hasil perikanan. "Beberapa program kerja di luar tematik KKN, seperti penyuluhan pengelolaan sampah dan pencegahan pernikahan dini, juga dilaksanakan berdasarkan usulan Kepala Desa, karena isu-isu tersebut masih menjadi permasalahan utama di desa Bonto Mate’ne" tutur Raihan. Meskipun berada di luar tema KKN, mahasiswa berupaya menjalankan program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Seminar ini menjadi ruang diskusi yang konstruktif antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat untuk bertukar ide dan masukan terkait program kerja yang telah dirancang. Diharapkan melalui kolaborasi ini, program kerja yang akan diimplementasikan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan UMKM dan potensi wisata di Desa Bonto Mate'ne.

Komentar 0