Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa KKN Universitas Merdeka Malang Wujudkan Sekolah Bebas Bullying Lewat Gerakan Literasi di Jedong

ass
[Foto caption: Siswa SDN 1 Jedong antusias mengikuti kegiatan literasi dalam program GELIS yang memadukan pembelajaran dan pendidikan karakter anti-bullying.]

Program GELIS berhasil tingkatkan kemampuan baca-tulis siswa sekaligus tekan perundungan verbal di SDN 1 Jedong.

MALANG, Mahasiswa.co.id - Sebuah inovasi program literasi berbasis pencegahan perundungan berhasil diimplementasikan di SD Negeri 1 Jedong. Program bertajuk Gerakan Literasi Sekolah (GELIS) ini digagas dan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Merdeka Malang sebagai respons atas rendahnya budaya membaca dan masih maraknya perilaku bullying di lingkungan sekolah tersebut.

Program yang berjalan melalui empat tahapan survei lapangan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi — ini menghadirkan sebelas kegiatan terintegrasi, mulai dari mading anti-bullying, bimbingan belajar rutin, permainan edukatif, pelatihan dasar Microsoft, hingga program Jumat BERKATA yang mengedepankan komunikasi positif antarsiswa.

"Kami melihat langsung bagaimana anak-anak menjadi lebih semangat belajar dan mulai saling menghargai satu sama lain. Perubahan itu nyata dan berlangsung cukup cepat," ujar salah seorang guru SDN 1 Jedong yang terlibat aktif dalam program ini.

Salah satu program unggulan dalam GELIS adalah pembuatan mading anti-bullying yang melibatkan langsung partisipasi siswa. Melalui kegiatan ini, para peserta didik diajak menuangkan pesan-pesan positif, pengalaman, dan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan ke dalam bentuk karya tulis dan visual yang dipajang di area sekolah.

Ketua kelompok KKN, Ozi, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keprihatinan nyata yang mereka temukan sejak awal turun ke lapangan. "Sejak pertama kali kami survei, kami melihat bahwa anak-anak di sini sangat membutuhkan ruang untuk berekspresi secara positif. Mading anti-bullying ini kami rancang agar mereka bisa bersuara dan saling menguatkan satu sama lain," ujarnya.

[Foto caption: Guru SDN 1 Jedong bersama mahasiswa KKN Universitas Merdeka Malang menampilkan hasil karya mading anti-bullying yang memuat pesan-pesan positif dan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah.]

Hasil pelaksanaan program menunjukkan perkembangan yang signifikan. Partisipasi siswa dalam kegiatan literasi meningkat, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dasar berkembang secara terukur, serta frekuensi perundungan verbal di lingkungan sekolah mengalami penurunan yang berarti.

Keterlibatan aktif guru dan orang tua dalam mendukung setiap tahapan program turut menjadi faktor penguat dalam membangun karakter siswa secara berkelanjutan. Kolaborasi tiga pihak antara mahasiswa, sekolah, dan keluarga ini terbukti menjadi kunci keberhasilan program.

GELIS kini dinilai sebagai model implementasi literasi terpadu yang layak untuk diadopsi oleh sekolah dasar lain, khususnya dalam upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan bebas dari budaya perundungan.

Penulis: [KKN 24 Unmer Desa Jedong] | Editor: [Nabela Asmaul Kusna] Kategori: Pendidikan | Tag: literasi, bullying, sekolah dasar, KKN, Universitas Merdeka Malang, pendidikan karakter

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.