Mahasiswa STEI SEBI Selenggarakan X Seminar Ekonomi Syariah 10
Oleh Redaksi
Reporter: Ali Arifin Nasution
Mahasiswa.co.id - Mahasiswa Depok Islamic Economics Forum (DIESFO), Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) Depok menyelenggarakan acara Seminar Ekonomi Syariah dengan tema “Peran UMKM dan Finansial Teknologi Dalam Memajukan Ekonomi Rakyat Berbasis Syari’ah”, di Gedung Pendopo Alun-Alun Depok, Jatimulya, Kota Depok, Sabtu 03 Maret 2024.
Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka mensyiarkan ekonomi berbasis Syariah ditengah perkembangan pesat UMKM dan Finansial Teknologi dengan menghadirkan pembicara yang luar biasa yaitu bapak Muhammad Ubaidillah, SEI yang merupakan ketua umum JAWARA (Jaringan Wirausaha) kota depok dan juga bapak Triyono, SE., ME.Sy. seorang dosen STEI SEBI.
Kegiatan itu juga turut dihadiri oleh bapak wakil wali kota depok dalam hal ini diwakili oleh ketua badan keuangan daerah depok bapak Wahid Suryono, S.Pi. Serta turut hadir ketua STEI SEBI bapak Sigit Pramono, Ph.D., CA., CPA.
Dalam kesempatan tersebut bapak Ubaidillah menyampaikan bahwa kita sudah menghadapi satu fenomena dimana UMKM menjadi penopang ekonomi di Indonesia yang mencapai 97% lapangan pekerjaan bersumber dari UMKM maka bisa disimpulkan bahwa UMKM memiliki peran vital dan strategis. Sehingga jumlah masyarakat muslim yang mayoritas ini harus memiliki tatanan dan panduan sehingga potensi yang besar itu tidak sesuai syariat, maka dengan hadirnya ekonomi Syariah adalah sebagai pondasi dan ujung tombak dalam pengembangan UMKM. “Kami di Jaringan Wirausaha (JAWARA) menerapkan 5 pilar yaitu pertama, kita menyiapkan mindset dan pengetahuan yang baik. Kedua, adalah pendampingan (melalui pendekatan mentoring dimana kita mendapatkan transfer experience sehingga jatuh bangunnya dia bisa kita jadikan batu loncatan dan juga kita melalui pendekatan coaching). Ketiga, adalah perizinan dimana kami sudah memfasilitasi para pelaku UMKM. Keempat, Pemasaran dan kelima ialah permodalan (melalui pendekatan kredit usaha tanpa bunga)”. Ungkap Ubaidillah
Selanjutnya Bapak Triyono menyampaikan bahwa konsep UMKM sekarang ini hanya dikategorikan untuk tempat penyaluran bantuan serta luput sebagai tempat kepentingan pemerintah, sehingga mindset UMKM itu harus diubah menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha mengingat entrepreneur bukan profesi melainkan sebuah mindset. “Dan kita juga harus mengetahui apa itu bisnis? Bisnis adalah aktivitas individu atau organisasi yang menciptakan dan bergerak dibidang produksi serta pemasaran yang menghasilkan produk atau jasa setelah ditawarkan ke konsumen untuk mendapatkan keuntungan”. Lanjut Triyono
Diakhir beliau juga berpesan untuk melakukan sebuah bisnis itu tidak harus memiliki produk akan tetapi bisa melalui pemasaran. Karena banyak mahasiswa yang saya temui dan tanya, apakah sudah punya bisnis ? mereka menjawab belum dengan alasan tidak punya produk. “Sehingga harapan dengan adanya kegiatan ini menjadi jendela pembuka bagi mahasiswa SEBI dan juga seluruh hadirin yang hadir bahwa untuk berbisnis tidak harus ada produk melainkan kita harus punya mindset baik”. Tutup Triyono
Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan adanya games berbentuk kuis serta doorprize yang membangkitkan antusias hadirin lalu diakhiri dengan pembacaan do’a dan penyerahan kenang-kenangan kepada pemateri serta dilanjut dengan foto bersama.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0