Mahasiswa.Co.Id, Yogyakarta - Komitmen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Melalui program KKN Kawasan Jobokuto tahun 2026, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menginisiasi pelaksanaan Khitan Massal sebagai bentuk pelayanan kesehatan sekaligus penguatan nilai sosial dan keagamaan bagi masyarakat Desa Jobokuto. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan humanis dan profesional, mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan peserta, serta kebermanfaatan yang berkelanjutan.
Program khitan massal ini melibatkan 20 anak laki-laki sebagai peserta dan didukung oleh mahasiswa dari latar belakang keilmuan kesehatan, khususnya Program Studi Kedokteran dan Keperawatan. Tim medis mahasiswa terdiri dari Rafif Jidan Robian Azhar, Naufal Akbar, Desta Yuan Afkar Alfarizi, Muhammad Farrel Lazuardi, Faqih Alfayed, Nailatun Najwa Az Zahra, Nadya Zian Izzati, Tanafasa Aurali Sujarwo, serta Nurma Zuan Rahmalia dari Program Studi Kedokteran, bersama Miftahurrahmah Marsa, Isabela Ravena Rista Puspita Sari, dan Ismi Aprilita Setyani dari Program Studi Keperawatan. Kolaborasi ini memperkuat kualitas pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi tindakan medis maupun pendampingan pasca tindakan.
Secara konseptual, khitan massal ini dilaksanakan dengan tujuan yang berlapis. Program ini hadir untuk memberikan akses layanan khitan gratis bagi anak-anak, sehingga mampu meringankan beban ekonomi keluarga yang selama ini menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan khitan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memfasilitasi pelaksanaan ibadah sunnah muakkad bagi anak laki-laki, sekaligus menanamkan pemahaman bahwa praktik keagamaan dapat berjalan selaras dengan prinsip kesehatan modern. Melalui pendekatan edukatif, masyarakat diajak untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan khitan massal diawali dengan proses pendataan calon peserta yang dilakukan melalui koordinasi bersama tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW setempat. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan tepat sasaran dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Setelah tahap pendataan, setiap calon peserta menjalani pemeriksaan kesehatan awal yang bertujuan menilai kondisi fisik anak dan memastikan kesiapan medis sebelum tindakan dilakukan. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan meminimalisir risiko selama proses khitan.

Komentar 0