Mahasiswa.co.id - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar kegiatan sosialisasi literasi digital dengan tema Anti Hoaks dan Bijak Bermedia Sosial di Dusun Mertan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada 14 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu Dusun Mertan dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Sosialisasi berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Khususnya dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi palsu di era digital.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu, terhadap bahaya hoaks yang banyak beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa UNIMMA menyampaikan materi mengenai pengertian hoaks dan dampak negatif yang ditimbulkannya. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri hoaks yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa turut menyampaikan contoh-contoh kasus hoaks yang kerap beredar di lingkungan masyarakat. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini tidak hanya berupa penyampaian materi secara satu arah. Mahasiswa UNIMMA juga mengadakan diskusi interaktif agar peserta dapat terlibat secara aktif. Selain itu, terdapat sesi berbagi pengalaman yang membuat suasana kegiatan semakin hidup. Para ibu-ibu tampak antusias bertanya dan menyampaikan pendapat mereka. Beberapa peserta bahkan membagikan pengalaman pribadi terkait berita palsu yang pernah diterima melalui media sosial dan grup WhatsApp.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu-ibu mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian hingga akhir acara. Salah satu peserta, Haryati, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan peserta lainnya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama ibu-ibu yang sudah berusia lanjut dan sering kesulitan membedakan informasi yang benar dan tidak benar. Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi lebih paham dan tidak mudah percaya begitu saja,” ujar Haryati.

Komentar 0