Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Mahasiswa UNS Kembangkan Ecoenzyme dari Limbah Organik untuk Usir Hama

Mahasiswa UNS

Mahasiswa.co.id - Mahasiswa KKN Kelompok 210 Universitas Sebelas Maret (uns.ac.id) Surakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembuatan Ecoenzyme Dari Limbah Organik. Dengan mengusung tema “Edukasi Dan Pemberdayaan Masyarakat”, kegiatan ini menyasar kelompok tani dan warga desa. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Prof.Dr. Agr. Ir. Sigit Prastowo, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng. sebagai dosen pendamping. Anggota tim KKN 210 berasal dari berbagai jurusan yang diketuai oleh Fahrul Zikri dan beranggotakan Anindya Salsabilla, Khansa Bashira Pondavi, Fadila Rahma Aulia, Purwa Desriyandi, Nurlita Pratiwi, Fathurrohmah Putri Dzikriyah, Ani Toshiba, Teni Wahyuningsih, dan Indah Kurniasari.

Bersama warga, mengolah limbah organik menjadi ecoenzyme, seperti limbah sayuran dan buah. Limbah organik dimanfaatkan agar tidak mencemari lingkungan. Selain ramah lingkungan, kegiatan ini mendorong terciptanya kesadaran untuk mengoptimalkan limbah organik sebagai pengusir hama tikus. Mahasiswa tim KKN 210 menyebut kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap limbah organik dan hama tikus yang merajalela dalam sektor pertanian Desa Klurahan. Menurutnya, limbah yang selama ini dibuang bisa diolah menjadi produk bernilai baik. Warga desa menyambut baik program ini dengan antusias dan aktif mengikuti pelatihan. Keberhasilan program terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam praktik dan diskusi selama kegiatan berlangsung. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pertanian yang ramah lingkungan dan peningkatan ekonomi desa yang baik. Warga Desa Klurahan kini mulai memanfaatkan limbah organik secara mandiri.

“Kami melihat potensi besar dari limbah yang selama ini hanya dibuang, padahal dengan sedikit kreativitas dan pelatihan yang tepat limbah tersebut bisa menjadi solusi untuk mengusir hama tikus yang selama ini mengganggu sektor pertanian Desa Klurahan” ujar Sudari selaku Kades kepada mahasiswa, Kamis (02/08/2025).

Kegiatan tersebut merupakan implementasi program kerja utama Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Pelatihan pembuatan ecoenzyme menjadi program pembuka bagi warga dan kelompok tani setempat. Pelatihan dipandu oleh Fahrul Zikri dari Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS pada awal agustus 2025 kemarin. Peserta diajarkan cara mengolah limbah buah dan sayur menjadi ezoenzyme. Limbah sayur dan buah dicampurkan dengan gula merah yang sudah dilarutkan. Komposisi air, limbah sayur dan buah, serta gula merah sebesar 10:3:1 dalam satuan volume atau berat. Proses ini dibantu dengan mikroorganisme dari limbah untuk memicu proses fermentasi dan menghasilkan asam asetat sebagai zat utama pada ecoenzyme. Asam asetat menyebabkan pH larutan menjadi asam, sehingga bermanfaat untuk mengusir hama tikus. Proses fermentasi dilakukan selama 3 bulan, dengan setiap 2 minggu sekali tutup botol dibuka untuk mengeluarkan gas karbon dioksida.

Warga juga diajarkan cara mencampur bahan limbah organik sayur dan buah. Proses fermentasi dilakukan selama 90 hari sebelum cairan siap digunakan. Cairan ini dimanfaatkan untuk mengusir hama tikus. Ecoenzyme yang siap pakai dilarutkan terlebih dahulu dengan perbandingan ecoenzyme dan air sebesar 15:500 dalam satuan mL. Cairan yang sudah dilarutkan disemprotkan di sekitar sawah guna mengusir hama tikus. Harapannya kegiatan ini dapat menyelesaikan permasalahan hama tikus dengan memanfaatkan limbah organik, yang dimana sesuai dengan SDGs poin 7, 8, dan 15, yaitu Affordable and Clean Energy, Decent Work and Economic Growth, dan Life On Land. Selain itu, diharapkan dengan pemanfaatan ecoenzyme dari limbah organik, warga bisa memanfaatkan sampah yang tidak terpakai menjadi barang berguna dalam menyelesaikan permasalahan hama tikus yang merupakan permasalahan utama di Desa Klurahan.

Penulis: Fahrul Zikri
Mahasiswa Kimia, Universitas Sebelas Maret
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Agr. Ir. Sigit Prastowo, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.