Penulis: Sarah Naswa Farida
Mahasiswi Jurusan D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Universitas Airlangga
Mahasiswa.co.id - Masa depan manufaktur dan industri sedang mengalami perubahan besar dengan adanya revolusi teknologi dan otomatisasi. Dengan kemajuan teknologi yang pesat, industri-industri tradisional mulai bertransformasi menjadi lebih efisien, produktif, dan kompetitif. Manufaktur adalah industri yang berhubungan dengan penggunaan peralatan canggih seperti mesin industri, program manajemen yang teratur dan terukur untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi dan produk yang dapat dipasarkan. Contoh industri manufaktur antara lain perusahaan tekstil, industri garmen, industri kerajinan, industri elektronik, dan industri otomotif. (IK Anaam, T Hidayat, RY Pranata, 2022)
Manufaktur sangat penting bagi negara. Industri ini merupakan pusat perkembangan industri tanah air, dan jika industri manufaktur menurun, tidak menutup kemungkinan perekonomian nasional juga akan menurun. Saat ini, sebagian besar perusahaan produksi dan manufaktur menggunakan sistem otomatis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sumber daya mereka dan mencapai hasil yang maksimal. Transformasi industri yang dipicu oleh teknologi otomatisasi telah menjadi fenomena global yang mendominasi perbincangan dalam bidang ekonomi, teknologi, dan ketenagakerjaan. Sejak revolusi industri pertama pada abad ke-18 hingga revolusi industri 4.0 yang sedang berlangsung saat ini, perkembangan teknologi telah mengubah lanskap industri secara fundamental. (Rismaida Daulay, 2024).
Teknologi otomasi telah berkembang selama berabad-abad, terutama sejak penemuan komponen cam dan governor. Pada tahun 1932, Nyquist mengembangkan metode yang relatif sederhana untuk menentukan stabilitas sistem loop tertutup berdasarkan respons loop terbukanya terhadap keadaan tunak. Pada tahun 1934, Hajien memperkenalkan istilah mekanisme servo ke sistem kontrol posisi dan membahas konstruksi mekanisme relai servo yang dapat mengikuti perubahan input dengan benar. Dalam dekade 1940-1950, penggunaan sistem kontrol otomatis meningkat, dan pada 1960-an banyak input dan perangkat output (pabrik) dikembangkan, memperumit sistem kontrol. Setelah itu, komponen elektronik seperti relay dan komponen elektronik seperti transistor mulai digunakan secara bertahap. Perkembangan selanjutnya dipercepat setelah ditemukannya komponen mikroelektronika berupa IC (integrated circuits) pada awal tahun 1960-an. Sejak munculnya mikroprosesor pada tahun 1973, teknologi otomasi berkembang pesat, dan sejak itu teknologi otomasi merambah ke segala bidang aktivitas manusia. Secara spesifik, dunia manufaktur misalnya, dan lebih umum lagi berbagai bentuk barang yang ada di sekitar kita. Seperti mesin fax, mesin cuci, dan lainnya. Mesin cuci modern pada prinsipnya menggunakan sistem otomasi tertutup, sehingga kita bisa leluasa memprogram proses pencucian (Anaam et al., 2022).
Menurut definisi, otomatisasi sistem produksi menggunakan sistem mekanis, elektronik, dan berbasis komputer untuk mengubah semua proses produksi di industri dari manual menjadi otomatis. Sistem otomatisasi mencakup penggunaan teknologi untuk mengendalikan dan mengatur proses produksi tanpa memerlukan intervensi manusia secara langsung. Inovasi dalam sistem otomatisasi terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, dengan beberapa contoh seperti penggunaan kecerdasan buatan (AI), integrasi internet of things (IoT), robotika canggih, dan sistem otomatisasi yang ramah lingkungan. (Natal Ginting, 2024). Saat ini, sebagian besar perusahaan produksi dan manufaktur menggunakan sistem otomatis untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Aplikasi sistem otomasi di perusahaan produksi dan manufaktur adalah Otomatisasi Tetap dan Otomatisasi Fleksibel, yang menggunakan beberapa sistem informasi untuk mengumpulkan kinerja mesin dan produksi perusahaan dari data yang dikumpulkan.
Perkembangan terkini dalam otomatisasi industri telah mengintegrasikan berbagai teknologi mutakhir untuk menciptakan sistem manufaktur yang lebih adaptif dan responsif (Rahmani et al., 2024). Pendorong utama dari revolusi industri keempat ini meliputi Internet of Things, data besar, kecerdasan buatan, dan pembelajaran mesin, yang secara kolektif memungkinkan pemantauan dan pengambilan keputusan secara real-time di seluruh lingkungan manufaktur (Wang & Jiao, 2024). Transformasi digital ini melibatkan penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi produksi melalui otomatisasi proses, prediksi pemeliharaan mesin, dan pengoptimalan rantai pasok (Oktavianus et al., 2023). Kombinasi ini memungkinkan pabrik pintar untuk memanfaatkan data secara ekstensif demi peningkatan berkelanjutan dalam proses produksi dan mendukung penggunaan robot modern untuk tugas-tugas yang kompleks secara berkelanjutan (Jagatheesaperumal et al., 2021).

Komentar 0