Pendahuluan
Cerdas secara intelektual dapat diukur dengan kemampuan dalam mengerjakan soal pelajaran, mengusai berbagai ilmu pengetahuan, ataupun kemampuan mengusai berbagai bahasa. Namun, bagaimana dengan cerdas secara emosi? Kecerdasaan emosi adalah kemampuan yang sering dibandingkan dengan cerdas secara intelektual, perbandingan dengan yang mana yang lebih penting antara
IQ vs EQ. Perbandingan ini tak pernah berhenti dan tak ada habisnya untuk diperdebatkan.
Data pada tahun 2022 yang dilansir dari cnnindonesia.com menunujukan salah satu kasus kekerasana dalam rumah tangga yang terjadi akibat sang pelaku tidak bisa mengontrol emosinya. Menurut data tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasaan emosi sangat penting di dalam hubungan antar anggota keluarga. Dimana jika tak ada kemampuan tersebut di dalam keluarga, kemungkinan timbulnya emosi negatif yang berujung pada kekerasan verbal maupun kekerasan nonverbal.
Tujuan penulisan ini dibuat untuk mengetahui tentang pentingnya cerdas secara emosi pada setiap anggota keluarga.
Manfaat dari penulisan ini agar para pembaca dapat mengetahui pentingya kecerdasaan emosi dalam meminimalisir kekerasan dalam rumah tangga terutama kekerasaan verbal maupun kekerasaan nonverbal, serta dapat membangun secara perlahan kecerdasan emosi pada setiap anggota keluarga. Menumbuhkan rasa kesadaran tentang pentingnya kemampuan cerdas secara emosi.
Pembahasan
Keluarga adalah sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan atau hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain sebagainya. Keluarga juga merupakan tempat dimana kebutuhan buat saling berbicara, kebersamaaan, membutuhkan pertolongan, serta saling membagikan dorongan (Teti Devita Sari & Ami Widyastuti, 2015). Dalam hal ini, kecerdasaan emosi penting di dalam keluarga, salah satu perannya ialah dapat membantu dalam hubungan komunikasi yang sehat.
1. Definisi Kecerdasan Emosi
Menurut (Fabiana Meijon Fadul, 2019) kecerdasan emosi merupakan keahlian pada diri seseorang untuk menguasai emosi yang terdapat pada dirinya dan mengatur emosi tersebut. Sehingga dapat memotivasi dirinya untuk bisa bertahan mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya.
Kecerdasaan emosi dapat diartika pula sebagai suatu kemampuan individu dalam mengontrol emosi yang
ada pada diri sendiri dan orang lain, kemampuan ini biasanya dapat membantu individu saat bergaul di masyarakat.
2. Aspek-aspek Kecerdasan Emosi
Ada beberapa aspek-aspek penting yang terdapat pada kecerdasan emosi menurut Goleman (dalam Fabiana Meijon Fadul, 2019).
- Mengidentifikasi emosi diri sendiri (suatu keahlian buat mengidentifikasi perasaan sewaktu perasaan itu terjalin).
- Mengelola emosi (keahlian sesorang dalam menanggulangi perasaannya agar bisa terjalin secara selaras dengan perasaan orang lain)
- Memotivasi diri sendiri
- Mengidentifikasi emosi orang lain (empati);
- Membina ikatan dengan orang lain (orang yang tidak mempunyai keahlian ini dapat menghadapi kesusahan dalam pergaulan sosial)
Aspek-aspek inilah yang nantinya akan membantu individu dalam berinteraksi dengan orang lain yang lebih muda maupun yang lebih tua. Sehingga individu juga jadi lebih muda dalam bergaul di masyarakat luas.
3. Faktor Kecerdasan Emosi Bagi Hubungan Antar Anggota Keluarga
Faktor pertama yang mempengaruhi kecerdasaan emosi dalam keluarga yaitu pola asuh orangtua terhadap anak. Menurut (Januardini et al., 2013), pola asuh ialah totalitas ciri sikap yang ada pada orang tua terhadap remajanya dan mencakup reaksi orang tua yang berbentuk kehangatan serta kepekaan (
warmth), kritik, disiplin, dan keterlibatan (
control).
Orangtua juga adalah pendidik pertama bagi anaknya sebelum mereka memperoleh pendidikan dari luar seperti pendidikan di sekolah, taman kanak-kanak, dan lain sebagainya. Sehingga pola asuh orangtua terhadap anaknya menjadi pengaruh penting dalam perkembangan dan pembentukan karakter emosi anak.
Menurut (Muslim, 2013), manusia terlahir sebagai makhluk sosial, realitas tersebut membuktikan bahwa manusia tidak bisa hidup normal tanpa kedatangan manusia yang lain. Ikatan tersebut bisa dikategorikan sebagai interaksi sosial.
Salah satu contoh interaksi sosial adalah interaksi yang terjadi antar anggota kelurga. seperti saling mengobrol ataupun bercerita. Melalui interaksi ini, secara tidak langsung membantu kita dalam lebih mengenali emosi dan membina ikatan antar anggota keluarga yang lain. Dan interaksi inilah yang menjadi faktor lain kecerdasan emosi bagi hubungan antar anggota keluarga.
4. Membangun Kecerdasaan Emosi dalam Keluarga
Kemampuan kecerdasan emosi ini menjadi salah satu kemampuan yang penting dalam hubungan antar anggota keluarga untuk membangun hubungan yang lebih harmonis. Agar kemampun ini dapat mewujudkan manfaat nya, diperlukan keinginanan dan komitmen untuk melatih kecerdasaan emosi di dalam kelurga.
5. Melatih Kecerdasaan Emosi Antar Anggota Keluarga
Di dalam keluarga kecerdasaan emosi merupakan salah satu hal yang penting untuk dimiliki setiap individu. Tetapi tidak semua anggota keluarga memilikinya. Agar setiap anggota keluarga memiliki kecerdasaan emosi, diperlukan latihan untuk menumbuhkan kemampuan cerdas secara emosi.
Langkah yang paling efektif yaitu dengan mengembangkan kemampuan mengenali emosi dengan cara lebih memahami perasaan angota keluarga yang lain dan menjadi individu yang lebih peka pada keadaan sekitar dan mengembankan kemampuan komunikasi interpersonal.
Komunikasi interpersonal adalah suatu aktivitas yang aktif antara komunikan dan komunikator. Proseskomunikasi ini dicoba agar bisa saling bertukar gagasan ataupun pikiran, terhadap orang yang lain sehingga memunculkan dampak rasa keterbukaan diri serta meningkatkan rasa yakin antara satu sama lain (Fatihatur Rahmah, 2020)
Efek inilah yang membantu kita dalam mengenali emosi anggota keluarga yang lain dan mempererat hubungan antara anggota keluarga kita.
6. Manfaat Melatih Kecerdasaan Emosi Dalam Keluarga
Menurut (Basaria, 2019), kecerdasan emosional ialah salah satu aspek yang mewakili seperangkat kompetensi untuk mengenali, memproses, dan mengelola emosi.
Menurut pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa mengelola emosi menjadi salah satu manfaat kecerdasan emosi. Di dalam hubungan keluarga mengelola emosi sendiri adalah keahlian individu dalam menanggulangi perasaannya agar bisa terjalin secara selaras dengan perasaan anggota keluarga yang lain.
Manfat lain dari kecerdasan emosi yaitu mengidentifikasi emosi. Manfaat ini membantu individu dalam mengenali emosi orang lain. Di dalam hubungan antar anggota keluarga manfaat ini akan sangat membantu untuk lebih bisa memahami anggota keluarga yang lain sehingga dapat mempererat hubungan dan memnimalisir kesalahpaham yang terkadang berujung kekerasan.
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat simpulkan bahwasanya kecerdasaan emosi dapat diartika pula sebagai suatu kemampuan individu dalam mengontrol
emosi yang ada pada diri sendiri dan orang lain, kemampuan ini biasanya dapat membantu individu saat bergaul di masyarakat.
Dan dalam ruang lingkup keluarga kecil ada dua factor yang mempengaruhi kecerdasaan emosi yaitu pola asuh orangtua terhadap anak dan hubungan atau interaksi yang terjadi pada setiap anggota keluarga. Dalam upaya melatih kecerdasan emosi pada setiap anggota keluarga ada beberapa manfaat yaitu dapat mengelola emosi dan mengindentifikasi emosi anggota keluarga yang lain.
Komentar 0