Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Ngaji Tani: Workshop Pesantren & Spiritual Ekologi dari Mahasiswa Sosiologi Agama UIN SATU Tulungangung Sektor Santri

Screenshot_2023_1118_172329

Mahasiswa.co.id, Sabtu, 18 November 2023, Tulungagung. Tepatnya di Pondok Pesantren Mahasiswa Sirojut Tholibin, Srigading, Plosokandang. Berlangsung lancar, dengan tema yang diangkat kali ini adalah "Pengembangan Kebun Pesantren Sebagai Wujud Kemandirian Santri Melalui Spiritual Ekologi di Pondok Sirojut Tholibin." Awalnya kegiatan ini adalag Tugas Proyek dari Mata Kuliah Sosiologi Islam yang diampu oleh Bpk A Zahid S.sos, M.Si, dan berhubung beberapa teman- teman Sosiologi memilih mengampu sektor santri.

Alasanya Mata Kuliah Sosiologi Islam sangat dekat dan keterkaitan dengan lembaga pendidikan keagamaan terutama pesantren. Acara kali ini juga meminta bantuan dari pihak pengurus pondok pesantren terkait keberlangsungan. Acara pertama diawali pembukaan dan sambutan- sambutan, dan ketua proyek ini adalah Adib Rahmatullah dan Ketua pengurus atau Lurah Pondok terkait yakni Fenty Eka Putri. Acara yang berlangsung sudah dikordinir dan dipersiapkan matang- matang oleh beliau dan teman- teman kepanitiaan yang turut serta memeriahkan acara sederhana ini, tetapi penting secara esensial. 

Fokus dari acara adalah Ngaji dan Tani. Yang pertama adalah Ngaji tentang materi "Pesantren & Transmisi Spiritual Menuju Pemberdayaan Ekologi", perlu kita ketahui dan sadari minimnya dakwah konservasi lingkungan atau yang terkait ekologi di wilayah pesantren. Walaupun sebenarnya pesantren telah mengaktualisasi tersebut tapi belum sampai hal yang general dan fundamental. Inti penekanan dari materi tersebut adalah kita sebagai Mahkluk Spiritual dan Pesantren Pendidikan Spiritual, Gerakan Ekologi.

Secara tidak langsung perlu kita ketahui materi tersebut mengingatkan kembali, untuk menggali nilai- nilai universal yang ada dalam Islam. Hubungan Tuhan, Alam, Manusia perlu untuk digali kembali sebagai upaya kita pencarian makna dan proses berjalanya spiritual. Kemudian pesantren yang memiliki corak khas dalam pendidikanya, juga mengajarkan banyak arti seperti Interaksi Sosial, Pemecahan Problem Solving, Gerakan Ekologi seperti Ro'an, Jadwal Piket, Ritual Keagamaan seperti Dzikir, Sholawatan, Keilmuan Ngaji Kitab Sorogan maupun Badongan.  

Pendidikan dalam pesantren memiliki daya tawar yang banyak, dan seiring perkembangan zaman paradigma yang dipakai harus selalu diperbaharui, untuk memiliki arah gerak yang jelas dalam memberdayakan santri- santrinya. Materi tersebut diisi oleh teman- teman dari sektor santri sendiri. Adanya materi tersebut diharapkan Santri- santri yang menjadi audiens, mampu untuk menggerakkan spiritualitas kepada nilai- nilai uswatun khasanah yang produktif. Sebenarnya tujuan diadakan acara ini adalah untuk memberi corak baru, atau mengisi warna pesantren dengan membentuk lingkungan yang nyaman. Dan menekankan pentingnya "Mondok" dengan santai dan menikmati seluruh alur dan proses pembelajaran yang ada. Kemudian dilanjut sesi tanya jawab, dan pemberian hadiah buku kepada penanya. Sebagai bentuk simbolik, bahwasanya literasi harus tetap dijaga.

Kemudian setelah materi selesai dilanjut untuk acara penanaman dan pemberian benih sayur sepeti benih tomat, terong, cabe, bayam, kangkung dan lainya. Yang diarahkan oleh Mbak Alliyu Binti Islamia, Dwi Auliya, Liya Dzatul Muna, dan teman- teman lainya. Harapan dari penanaman dan pemberian ini, ditunjukan untuk santri- santri yang hadir mengisi lahan dalam pesantren untuk menumbuhkan kesadaran, perlunya kita memanfaatkan alam dan mengelolanya, menjaga hubungan timbal balik (Mutualisme). Sebenarnya sederhana sekali, benih yang diberikan juga semoga berguna untuk pemanfaatan lahan yang ada, dan menghemat pengeluaran santri sedikit mengurangi untuk membeli masakan instan di luar juga. Dan lebih mengutamakan apa yang telah diberikan dan memberdayakanya. Kemudian acara ditutup dengan sesi foto bersama.

Sekian.

Wallahul Muwafiq Ila Aqwa Min Thariq

Wassalamualaikum wr wb.

Penulis: Krisna Wahyu Yanuar, Santri dan Mahasiswa Sosiologi Agama, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.