Mahasiswa.co.id -Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana Sunan Kalijaga (HIMMPAS SUKA) menyoroti peristiwa pencabutan izin secara sepihak yang dialami oleh salah satu paslon Pilpres 2024.
Mengutip dari instagram @ubahbareng dinyatakan bahwa tempat penyelenggaraan kampanye dengan judul "Desak Anies" itu harus pindah lantaran izinnya dicabut kurang dari 24 jam sebelum acara dimulai. Ketua Umum HIMMPAS SUKA, Amiruddin, buka suara soal tindakan tersebut.
“Belum selesai kita berduka beberapa tempo waktu lalu tentang penganiyayaan terhadap relawan yang sedang berkampanye oleh oknum prajurit. Hari ini (23/1/2024), di Jogja kita diperlihatkan fenomena pencabutan izin kampanye secara sepihak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," ungkapnya.
Ia berpandangan bahwa tindakan pencabutan izin tempat kampanye secara sepihak itu merupakan tindakan penjegalan demokrasi dan harus segera dihentikan.
"Tindakan penjegalan demokrasi oleh beberapa pihak ini, harus segera dihentikan. Sebagaimana yang diucapkan oleh Presiden Jokowi bahwa pemerintah semestinya bersikap netral," tegasnya.
Pihaknya mendorong agar mahasiswa dan masyarakat dapat bersikap kritis lagi dalam mengawasi jalannya pesta demokrasi.
"Penguatan demokrasi perlu dilakukan, kami mendorong bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat agar lebih kritis dan cermat dalam mengawasi dan memastikan demokrasi berjalan dengan jujur, bersih dan adil," ungkapnya.
Gusti Rian Saputra, selaku Kabid Pendidikan menambahkan.

Komentar 0