Oleh: Dwi Putra S Gultom
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara
Mahasiswa.co.id - Kampus Merdeka merupakan salah satu bagian kebijakan Merdeka Belajar yang dibuat oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu Bapak Nadiem Anwar Makarim. Salah satu bagian dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) itu sendiri yaitu Kampus Mengajar yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan dirinya dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki melalui aktivitas di luar kelas. Kampus Mengajar juga mengajak mahasiswa untuk menjadi mitra guru dan sekolah dalam pengembangan model pembelajaran, serta mengembangkan kreativitas serta inovasi dalam pembelajaran di sekolah yang tentunya diharapkan dapat membawa dampak pada penguatan pembelajaran.
Pendidikan karakter pada dasarnya adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk membangun karakter dari anak didik. Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan dilakukan tidak hanya untuk memberikan anak ilmu pengetahuan tetapi juga untuk menanamkan dan mensosialisasikan nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam masyarakat agar ia bisa tumbuh dengan memahami nilai dan norma tersebut. Ini bisa membaur dalam kehidupan bermasyarakat di kemudian hari maka dari itu perlu adanya sesuatu yang membuat anak tidak sekedar memahami nilai dan norma secara tekstual tetapi juga dalam praktek di kehidupannya ia dapat mengamalkan apa yang ia peroleh dari pendidikan tersebut dan untuk itu pendidikan karakter dibutuhkan untuk membangun citra diri pada anak. 2 Karakter manusia telah melekat pada kepribadian seseorang dan ditunjukkan dalam perilaku kehidupannya sehari-hari. Sejak lahir, manusia telah memiliki potensi karakter yang ditunjukkan oleh kemampuan kognitif dan sifat-sifat bawaannya.
Tempat praktik yang dilakukan yaitu berlokasi di UPT SD NEGERI 060848 Kota Medan yang mana yang menjadi sasaran dari kegiatan ini merupakan siswa dan siswi dari UPT SD NEGERI 060848 Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung dari 6 Maret hingga 30 Juni 2023. Yang mana proses kegiatan belajar mengajar akan dilakukan oleh seluruh siswa kelas 6 yang merupakan kelas yang telah disepakati sebelumnya oleh guru pamong sekolah terkait yang pelaksanaannya dilakukan seminggu 3 kali pertemuan disertai dengan penggunaan modul sebagai bahan ajar untuk para siswaPada awal pertemuan ,saya terlebih dahulu melakukan observasi di sekolah terkait dan perkenalan atau pendekatan diri kepada siswa-siswi di UPT SD NEGERI 060848 Kota Medan. Proses perkenalan atau pendekatan yang saya lakukan yaitu dengan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu dan menjelaskan apa tujuan saya berada di sekolah tersebut, setelah itu mereka juga memperkenalkan diri mereka masing-masing. Setelah melakukan perkenalan diri atau pendekatan dengan para siswa dan siswi di sekolah ini, saya melakukan mini project yang sebelumnya sudah saya rencanakan. Adapun beberapa program yang telah saya rancang untuk membantu murid dalam membentuk karakter murid yang baik. Dalam program ini, saya selaku mahasiswa kesejahteraan sosial menggunakan salah satu metode-metode pekerjaan sosial yaitu metode Group Work guna melakukan penyelesaian masalah yaitu :
1. Tahap Engagement, Intake, contract
Engagement merupakan proses membangun relasi professional yang positif dan harus dapat menunjukkan sikap empati, dan keaslian pada siswa dan siswi (klien). Intake merupakan perkenalan kepada siswa-siswi (klien) yang dimana akan bersedia untuk membantu klien dalam menyelesaikan masalahnya yaitu mebentuk karakter murid yang diharapkan. Dan terkahir contract adalah kesepakatan kontrak atau perjanjian berapa lama proses intervensi akan dilakukan.

Komentar 0