Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

RRQ Hoshi: Dari Dominasi Menjadi Didominasi

sdada
MPL ID Season 17, MPL Arena, Jakarta Barat. (Sumber: You Tube MPL Indonesia)

Mahasiswa.co.id, Jakarta Barat – Kompetisi MPL ID Musim 17 tahun 2026 menyajikan dinamika yang sulit diprediksi. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya yang cenderung mudah ditebak, musim ini setiap tim tampil mengejutkan dan kerap memberikan hasil di luar ekspektasi. Namun, perhatian publik kini tertuju pada RRQ Hoshi, sang "Raja dari Segala Raja" yang dahulu mendominasi liga, kini justru menjadi bulan-bulanan tim lain.

Hingga pekan keempat, RRQ Hoshi terdampar di posisi ke-9 klasemen sementara. Catatan pertandingannya cukup memprihatinkan; mereka belum meraih satu pun kemenangan dan telah menelan tujuh kekalahan beruntun.

Penampilan RRQ musim ini seolah menunjukkan hilangnya jati diri tim yang pernah disegani tersebut. Padahal, performa mereka dalam beberapa musim terakhir tidaklah buruk. Pada Musim 14 dan 15, RRQ Hoshi berhasil mengamankan posisi runner-up. Namun, titik balik penurunan performa terjadi pada Musim 16, di mana mereka mencetak sejarah kelam dengan tidak lolos ke babak play-off untuk pertama kalinya.

Kegagalan tersebut menjadi pukulan telak bagi manajemen dan staf. Sebagai langkah antisipasi agar tragedi Musim 16 tidak terulang, manajemen memutuskan untuk merombak total susunan pemain (line-up) untuk menyongsong Musim 17. Sayangnya, perombakan besar-besaran ini belum membuahkan hasil positif. Faktor utama yang menyebabkan RRQ Hoshi selalu menelan kekalahan adalah susunan pemain yang kerap melakukan kesalahan teknis, kelemahan dalam strategi drafting, dan buruknya komunikasi antar pemain di dalam pertandingan.

Harapan sempat muncul saat RRQ berhadapan dengan Bigetron by Vitality. Dalam pertandingan tersebut, RRQ menunjukkan permainan yang solid, disiplin, dan penuh perhitungan. Namun, performa apik itu tidak bertahan lama. Bigetron Vitality berhasil membalikkan keadaan (comeback), memaksa RRQ menelan kekalahan ketujuh mereka musim ini.

Kini, para pendukung setia atau "Kingdom" hanya bisa berharap RRQ Hoshi segera berbenah pada pekan kelima hingga sembilan. Mengingat kekecewaan penonton yang cukup mendalam di awal musim, sisa pertandingan di babak reguler ini akan menjadi penentu apakah sang "Raja" mampu bangkit atau justru semakin tenggelam dalam keterpurukan.

Penulis: Diash Egacetta Raya
Mahasiswa dari UIN Walisongo, Prodi Teknologi Informasi

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.