Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Sampun Ikhlas, Ketika Mamas Plogger dan Aura Sifa Merangkai Luka Jadi Lagu Penuh Keikhlasan

ca6ebb57-c69c-4809-962a-c1281a13ece7

Boyolali, Mahasiswa.co.id – Sebuah kolaborasi emosional lahir dari duet Mamas Plogger dan Aura Sifa lewat lagu berjudul "Sampun Ikhlas". Dirilis dalam balutan bahasa Jawa yang syahdu, lagu ini menyuarakan kisah dua insan yang harus berpisah bukan karena berhenti mencinta, melainkan karena restu yang tak kunjung berpihak.

Lagu ciptaan Ali Mahfudh—yang juga dikenal dengan nama panggung Mamas Plogger—dibuka dengan suara lirih sang pria yang mencoba berdamai dengan kenyataan. “Wis tak cobo tak lalekne, kabeh seng gawe ati keloro-loro”, menjadi pengakuan pahit bahwa melupakan tak semudah yang dibayangkan.

Aura Sifa kemudian masuk dengan vokal lembut penuh penghayatan, menyuarakan penyesalan dan doa tulus untuk mantan kekasihnya. Lewat lirik “Sanajan nglarani, dungo ku mong siji, mugo kowe oleh ganti seng luweh gemati”, ia menggambarkan cinta yang tak lagi bisa dimiliki, namun masih dipelihara dalam bentuk doa.

Bagian reffrein menjadi inti dari lagu ini—sebuah pernyataan ikhlas atas segala yang telah terjadi: “Sampun ikhlas, kabeh wis kadong kelakon. Ora perlu di tangisi, Gusti Sing paling ngerti.” Bukan hanya tentang kehilangan, lagu ini adalah perjalanan menuju penerimaan.

Tak hanya mengandalkan kekuatan lirik, "Sampun Ikhlas" juga didukung dengan aransemen musik yang sederhana namun mengena. Suara kedua penyanyi menyatu dalam harmoni yang menguatkan pesan lagu: bahwa cinta sejati kadang justru diuji lewat perpisahan.

Dengan sentuhan lokal dan pesan universal, Mamas Plogger dan Aura Sifa menghadirkan karya yang bukan sekadar lagu cinta, melainkan refleksi batin tentang bagaimana mengikhlaskan adalah bentuk tertinggi dari mencintai. Lagu ini kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, siap menyentuh hati siapa saja yang pernah mencicipi pahitnya cinta tanpa restu.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.