Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Secangkir Kopi Dua Negeri: Mahasiswa SUIJI-SLP IPB University Pelajari Rantai Nilai Kopi di Desa Jayamekar, Kabupaten Garut

Mahasiswa IPB

Mahasiswa.co.id - Mahasiswa IPB University bersama mahasiswa Jepang dari Ehime University, Kochi University, dan Kagawa University yang tergabung dalam program Six University Initiative Japan Indonesia Service Learning Program (SUIJI-SLP) melaksanakan pembelajaran langsung mengenai rantai nilai kopi di Desa Jayamekar, Kabupaten Garut. Periode kegiatan berlangsung dari 21 Februari hingga 1 Maret 2026 sebagai bentuk pengabdian dan pertukaran ilmu. Mahasiswa mempelajari proses kopi secara menyeluruh, mulai dari budidaya di kebun hingga pengolahan menjadi minuman siap saji. Integrasi antara teori akademik dan praktik lapangan ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi para peserta mengenai sistem pertanian berkelanjutan.

Pengenalan potensi kopi yang menjadi salah satu komoditas unggulan bagi masyarakat Desa Jayamekar mengawali rangkaian kegiatan ini. Mahasiswa melakukan penjajakan secara langsung untuk memahami praktik budidaya kopi, mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen buah kopi. Observasi di lahan pegunungan memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kesesuaian iklim dan varietas tanaman. Petani setempat turut membagikan pengalaman mereka dalam menjaga kualitas pohon kopi agar tetap produktif meski menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu.

Tahapan pascapanen menjadi fokus pembelajaran selanjutnya. Mahasiswa maupun dosen turut serta mengamati proses pengolahan kopi seperti sortasi buah, pengupasan kulit (pulping), fermentasi, hingga pengolahan menjadi green bean (biji kopi mentah yang belum melalui proses sangrai). Proses ini merupakan fase krusial karena metode yang digunakan, baik itu natural, washed, maupun honey process, akan membentuk karakter rasa dasar dari biji kopi tersebut. Pemisahan buah matang atau red cherry dilakukan dengan sangat teliti guna memastikan tidak ada biji cacat yang merusak kualitas aroma saat diproses lebih lanjut.

Proses pengolahan hilir menjadi tahap berikutnya. Mahasiswa mempelajari proses penyangraian (roasting), penggilingan (grinding), dan teknik penyeduhan kopi hingga menjadi minuman yang siap dinikmati. Aktivitas ini membantu mahasiswa memahami bagaimana setiap tahap dalam rantai produksi mendukung kualitas akhir secangkir kopi siap minum. Penyangraian biji kopi dilakukan dengan memperhatikan profil sangrai agar keunikan rasa khas daerah Jayamekar dapat muncul secara maksimal. Teknik seduh manual (manual brew) juga dipraktikkan untuk mengeksplorasi bagaimana variabel suhu air dan tingkat kehalusan gilingan memengaruhi cita rasa akhir.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara mahasiswa Indonesia dan Jepang mengenai praktik pertanian, pengolahan komoditas, serta peluang pengembangan kopi lokal di luar aspek teknis. Antusiasme terhadap aktivitas tersebut juga dirasakan oleh para petani setempat yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Bapak Heri Sofian, salah satu pengolah kopi di Desa Jayamekar, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa internasional memberikan motivasi bagi petani setempat. Interaksi lintas budaya ini membuka harapan baru bagi warga desa mengenai potensi pasar kopi di kancah internasional.

“Kami tentu merasa bangga Desa Jayamekar bisa menjadi tempat belajar bagi mahasiswa dari Indonesia dan Jepang. Ini menunjukkan bahwa kopi yang dihasilkan petani di sini memiliki kualitas yang baik dan layak dikenal lebih luas,” ujarnya. Harapan kedepannya adalah kopi Indonesia semakin dihargai dan dikenal dunia melalui kolaborasi semacam ini. Sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha tani menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan sektor agribisnis lokal.

Wawasan baru bagi mahasiswa serta penguatan promosi kopi lokal menjadi output utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi desa. Pengalaman belajar langsung di Desa Jayamekar menunjukkan bahwa kopi bukan sekadar komoditas pertanian. Proses panjang yang melibatkan pengetahuan, keterampilan, serta kerja keras para petani tersaji di balik setiap cangkir kopi yang dinikmati. Melalui kolaborasi dalam program SUIJI, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik, tetapi juga memahami peran penting kopi sebagai penggerak ekonomi dan potensi pengembangan masyarakat desa.

Author :
Muhammad Ilham (Manajemen Sumberdaya Lahan) dan Raden Hisyam Muhammad Miftaah Al-Faruq (Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian) - Mahasiswa IPB University

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.