Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Selebritas Inggris Gelar Lelang Amal untuk Mahasiswa Gaza

Selebritas Inggris
Seorang pengunjuk rasa memegang plakat dan bendera Palestina saat melakukan protes di luar Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran di London, Inggris, 21 Mei 2025. Foto: EPA-EFE/NEIL HALL

Jakarta, Mahasiswa.co.id - Lebih dari 20 selebritas Inggris ikut ambil bagian dalam lelang amal untuk membantu mahasiswa Palestina asal Gaza melanjutkan pendidikan di berbagai universitas dunia.

Program bertajuk Scholarships for Gaza itu diselenggarakan oleh lembaga amal pendidikan Phoenix Space dan resmi diluncurkan pada 27 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah aktor, penyanyi, penyiar, atlet, hingga tokoh publik Inggris menyumbangkan barang pribadi dan pengalaman eksklusif untuk dilelang. Dana yang terkumpul akan digunakan membantu mahasiswa Gaza membayar biaya kuliah, perjalanan, visa, dan kebutuhan pendidikan lainnya.

Sudah Diterima Kampus, tetapi Terkendala Biaya

Program ini digelar setelah banyak mahasiswa Palestina berhasil diterima di universitas luar negeri, tetapi belum dapat memulai kuliah akibat keterbatasan dana.

Salah satunya adalah Mohammed Hasanain. Ia telah memperoleh tawaran untuk menempuh studi Bisnis dan Manajemen di University of Glasgow, Skotlandia.

Mohammed juga menerima World Changers Global Excellence Scholarship dari universitas tersebut. Namun, ia belum dapat meninggalkan Gaza karena masih membutuhkan dana untuk menutupi sisa biaya kuliah, perjalanan, serta pengurusan visa.

Dilansir The New Arab, kondisi Mohammed juga dialami ratusan mahasiswa Palestina lainnya. Mereka telah diterima di universitas di sejumlah negara, tetapi belum mampu memulai pendidikan karena terkendala pembiayaan.

Phoenix Space mencatat lebih dari 200 mahasiswa Palestina telah mengantongi surat penerimaan tanpa syarat dari berbagai universitas dunia.

Karena itu, organisasi tersebut mengajak masyarakat ikut membantu melalui donasi, penawaran dalam lelang, maupun dengan membagikan informasi kampanye.

"Anda masih bisa membantu. Berdonasilah, ikut menawar lelang, bagikan kampanye ini, dan bantu kami membantu sebanyak mungkin mahasiswa Palestina," ujar Phoenix Space, dikutip dari Al Khaleej, Kamis (30/7/2026).

Kaus Gary Lineker hingga Naskah Serial Sherlock

Phoenix Space menegaskan Scholarships for Gaza bukan sekadar kegiatan lelang. Kampanye tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat membantu mahasiswa Palestina memulai masa depan yang telah mereka perjuangkan.

Mantan kapten tim nasional Inggris Gary Lineker menjadi salah satu tokoh yang berpartisipasi. Ia menyumbangkan kaus sepak bola bertanda tangan yang pernah dikenakannya ketika membela klub Jepang, Nagoya Grampus Eight.

Aktor film Harry Potter, Alfie Enoch, juga menyumbangkan dasi yang pernah dipakainya dalam sebuah drama sekolah.

Enoch mengatakan pendidikan seharusnya tetap dapat diakses oleh semua orang, termasuk mereka yang hidup di tengah konflik.

"Seiring kita semakin menyadari berbagai kekejaman yang terjadi di Palestina, sangat penting untuk tidak menyerah pada sikap apatis dan tidak bertindak," kata Enoch.

Menurutnya, keikutsertaan dalam lelang menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus penegasan bahwa penindasan terhadap orang lain tidak akan pernah membawa kebebasan.

"Ini adalah penegasan bahwa setiap orang berhak atas pendidikan, dan bahwa bakat, ambisi, serta harapan tidak seharusnya menjadi korban konflik," ujarnya.

Aktris Amanda Abbington turut menyumbangkan dua naskah produksi asli bertanda tangan dari episode spesial Sherlock: The Abominable Bride.

Kampanye tersebut juga mendapat dukungan dari bintang Bridgerton Nicola Coughlan, aktor Harry Potter Paapa Essiedu, penyanyi Paloma Faith, dan sejumlah figur publik lainnya.

Adik Mohammed Berhasil Kuliah di Glasgow

Adik Mohammed, Mahmoud Hasanain, saat ini telah menempuh studi Ilmu Komputer di University of Glasgow setelah berhasil meninggalkan Gaza melalui program beasiswa.

Mahmoud menilai dukungan para figur publik kepada mahasiswa seperti kakaknya merupakan sesuatu yang luar biasa.

"Saya pernah berada di posisi itu ketika kami tidak memiliki apa pun, lalu tiba-tiba memperoleh beasiswa," ujar Mahmoud.

Menurutnya, mahasiswa lain kini memiliki kesempatan untuk merasakan kebahagiaan yang sama setelah berjuang memperoleh tawaran dari sejumlah universitas ternama di Inggris.

"Mahasiswa lain telah bekerja keras hingga mendapatkan tawaran dari universitas-universitas ternama di Inggris. Satu-satunya hal yang menghalangi mereka hanyalah pendanaan," katanya.

Lelang Scholarships for Gaza berlangsung selama 10 hari. Seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu mahasiswa Palestina mengatasi hambatan finansial agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris maupun negara lainnya.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.