Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Sosialisasi Jadi Hal Yang Merepotkan

1000210107

Mahasiswa.co.id - Sebagian orang menganggap bahwasannya sosialisasi menjadi hal yang berat untuk dijalani, khususnya untuk orang yang memiliki kepribadian introvert atau kepribadian yang identik dengan sedikit menutup diri. Ada banyak alasan mengapa orang malas bersosialisasi, rata rata memiliki alasan yang sama, antara memiliki pengalaman yang kurang bagus ketika berinteraksi dengan orang sekitarnya atau memang hanya malas karena terlalu banyak bising di kepalanya, yang ketika ditambah interaksi dengan orang baru justru akan menambah hal baru yang harus diterima ataupun diproses didalam dirinya. Sehingga akan muncul perasaan suntuk dan lelah. Belum lagi ketika respon orang yang diajak berinteraksi tidak sesuai dengan apa yang diprediksi.

Dikaji dari jurnal ilmu komukasi berdasarkan riset pada penelitian berjudul kepribadian introvert dalam kemampuan bersosialisasi pada mahasiswa ilmu komunikasi (gentha nugraha, zuriah 2023) bahwasanya bersosialisasi dengan orang lain menjadi masalah bagi sesorang berkepribadian introvert dan kecemasan menjadi alasan kebanyakan orang yang berkepribadian introvert, cemas akan respon yang tidak menyenangkan.

Sedikit berbanding balik dengan pernyataan hasil riset tersebut, perlu digaris bawahi bahwasannya arti introvert sendiri ga selalu melulu tentang orang yang pemalu ataupun penakut. Introvert bukan berarti tidak bisa bersosialisasi sama sekali. Introvert bisa saja lebih ke cara mereka mengcharge energy mereka setelah beraktivitas sehari hari ataupun cara mereka memperlakukan dirinya sendiri. Balik lagi mungkin alasan mengapa sosialisasi jadi hal yang repot bagi sebagian orang karena memang capek aja dengan keramaian ataupun bertemu dengan orang baru. Hal ini dibuktikan dengan cuitan cuitan beberapa orang di twitter atau x. “introvert bukan asosial, mereka bisa saja bersosialisasi jika mau dan perlu. Cuma saja mereka lebih suka sendirian dan itu pilihan meraka”. Tweet dari @aimanpsikologi.

Sebagai manusia yang punya sifat makhluk sosial tentu sosialisasi menjadi hal yang harus dilewati. Sosialisasi sendiri memang menjadi hal yang kompleks. Entah pengertiannya atau pun dalam proses sosialisasinya. Bisa saja sosialisasi diartikan dengan sesuatu yang penuh kecanggungan. Ada masanya percakapan dalam interaksi itu lancar lancar aja, ada pula masa ketika interaksi tanpa tujuan itu jadi banyak canggungnya seperti muncul pertanyaan batin “duh aku harus ngobrolin apa” nah disitulah sosialisasi menjadi hal yang merepotkan, apalagi ketika interaksi dengan orang yang sama sama istilahnya ga tau harus basa basi apa lagi kita jadi harus carried the conversation. Itupun jadi hal yang merepotkan. Sebenarnya kasus malas bersosialisasi ini tidak hanya di alami oleh seseorang yang introvert aja namun dapat dipastikan ekstrovert pun juga akan mengalami kelelahan dalam berinteraksi atau bersosialisasi. Malas bersosialisasi disini bukan berarti sangat menutup diri. Pastinya membuka diri memang selalu harus, entah itu untuk pengalaman baru, orang baru bahkan wawasan baru, tentu itu harus. New people is not a bad things, tapi membatasi diri untuk bersosialisasi atau sekedar rehat dari orang baru juga bukan jadi sesuatu yang masalah.

Walaupun sudah berkomitmen demikian, tak ada jaminan akan terhindar dari bersosialisasi, nah jika berada dikeadaan man ngga man harus berinteraksi, ada sedikit tips agar sosialisasi tidak jadi hal yang merepotkan. Pertama buka percakapan kecil yang berkesan, seperti jika lawan bicara kita pakai tas yang unik dan menarik, bisa saja lontarkan kata yang berisi pujian “wah bagus bangett tas nya, cocok deh sama kamu, jadi kelihatan elegan”. Sebagai kodrat manusia, siapa yang tidak suka dipuji? Tak bisa dipungkiri bahwa manusia menang butuh validasi. Mereka akan senang jika seseorang memperhatikan detail kecil yang ada pada dirinya. Selain itu berikan respon yang terbaik dan sangat tertarik, tunjukan bahwasanya kita adalah pendengar yang baik. Tapi perlu diingat dalam berlangsungnya interaksi ini kita harus tahu batasan dan terapkan basic manner (terimakasih, maaf dan tolong). Mereka akan merasa lebih dihargai. Setelah itu tidak perlu memaksakan diri untuk cari topik pembicaraan. Cukup mendengarkan lawan bicara dan go with the flow, pasti nanti akan ada moment kita akan menyampaikan sesuatu secara spontan.

Dalam kehidupan sehari hari, Lagi lagi kita tidak bisa menghindari sosialiasasi. Walaupun dalam beberapa keadaan sosialisasi jadi hal yang merepotkan tetapi dengan diterapkan beberapa strategi dan tips yang sederhana, kita dapat membuat proses sosialisasi jadi sedikit menyenangkan atau bahkan sangat menyenangkan mengingat banyaknya manfaat dari bersosialisasi. Terakhir penting untuk menemukan keseimbangan antara waktu untuk diri sendiri dan kesempatan untuk terhubung dengan orang lain. Sehingga setiap individu dapat menjalani kehidupan sesuai harapan dan lebih memuaskan.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.