Surabaya, Mahasiswa.co.id – Care Trash, sebuah calon startup berbasis digital dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur, semakin mencuri perhatian dengan inovasinya dalam mengelola sampah menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Beranggotakan mahasiswa dari Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ilmu Komputer UPN Jatim, Care Trash hadir dengan slogan “Solusi Pintar Untuk Sampah Anda.” Konsep yang mereka usung berfokus pada transformasi sampah menjadi sumber penghasilan melalui pendekatan berbasis teknologi, membuka peluang besar bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam mengurangi sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Tim Care Trash terdiri dari enam mahasiswa berbakat yang masing-masing mengemban peran penting, yaitu Sherafim Glory Mei Stephany sebagai CEO, Muhammad Akbar Raafi Rahmatulloh dan Achmad Albani Khairizzaki sebagai CTO, Ryan Maulana Ardiyanto sebagai CMO, Azizah Zahra Salsabila Murin sebagai COO, serta Naila Muthia Sahira sebagai CFO. Dengan semangat kolaboratif, tim ini mengembangkan platform digital yang menghubungkan masyarakat dengan sistem pengelolaan sampah yang efektif, ramah lingkungan, dan ekonomis.
Startup ini berkesempatan untuk memperkenalkan inovasinya dalam ajang Demoday dan Pameran Produk Inovasi yang diselenggarakan oleh Inkubator Bisnis Technopark UPN "Veteran" Jawa Timur. Acara ini mempertemukan startup, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk melihat lebih dekat perkembangan inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa UPN Jatim. Dengan bimbingan Bapak Sugiarto selaku pembina, Care Trash berhasil menampilkan produk dan konsep bisnisnya yang futuristik, menarik perhatian para investor dan pelaku industri yang hadir.
“Inisiatif kami berangkat dari keprihatinan terhadap masalah sampah yang belum tertangani dengan baik. Dengan mengubah sampah menjadi nilai ekonomi, kami berharap dapat membangun kesadaran sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan mereka,” ujar Sherafim Glory Mei Stephany, CEO Care Trash. Menurutnya, tantangan utama dalam proyek ini adalah membangun sistem digital yang sederhana dan mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat, namun tetap mampu mendata dan mengelola sampah secara efektif.

Komentar 0