MENTARAMAN, Mahasiswa.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar sosialisasi bertajuk “Memahami Pengaruh Game Online” kepada siswa-siswi kelas 5 dan 6 di SDN 1 Mentaraman, Kabupaten Malang, Sabtu (14/02). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan terhadap meningkatnya penggunaan gawai pada anak usia sekolah dasar.
Fenomena kecenderungan Generasi Alpha terhadap kecanduan game online dinilai dapat menimbulkan berbagai dampak negatif apabila tidak dikontrol dengan baik. Beberapa dampak negatif yang muncul di antaranya ialah lupa waktu, malas belajar, perubahan pola tidur, dan penurunan interaksi sosial dengan teman sebaya. Kondisi ini menjadi perhatian mahasiswa KKN didukung dengan hasil observasi yang dilakukan di lingkungan sekolah.
Penanggung jawab program kerja, Aisy Putri Rahmadani, menjelaskan bahwa kecanduan game online dapat dikenali dari perubahan perilaku anak sehari-hari. Kecanduan game online juga menyebabkan masalah pada pikiran dan perilaku. “Anak-anak yang bermain game secara berlebihan cenderung sulit berhenti, mudah marah ketika diminta berhenti, serta mengalami penurunan konsentrasi saat belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebiasaan bermain game hingga larut malam juga berpotensi menurunkan kualitas tidur anak. Kurangnya waktu istirahat dapat berdampak pada kemampuan berpikir dan berkonsentrasi, stabilitas emosi, serta prestasi akademik di sekolah. Dalam jangka panjang, penggunaan gawai juga dapat menimbulkan kerusakan pada saraf mata jika terlalu sering menatap layar gawai. Selain itu, adanya potensi gangguan pada otot tubuh seperti leher, pergelangan tangan, punggung dan pinggang. Terdapat pula penurunan kemampuan bersosialisasi, sehingga dapat menurunkan rasa percaya diri pada anak.
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan solusi dalam mengontrol kecanduan game online sejak usia sekolah dasar. “Siswa dapat menerapkan cara mengontrol dalam bermain game online. Apalagi siswa yang memasuki usia remaja awal sudah mampu dalam berpikir logis, sehingga kami sepakat memilih kelas 5 dan 6 SD.” Jelas Aisy.

Komentar 0