Mahasiswa UNY Gelar Edukasi Dampak Bullying bagi Kesehatan Mental Anak di Kotagede
Oleh Redaksi
Mahasiswa UNY saat memberikan edukasi interaktif mengenai dampak bullying untuk kesehatan mental anak di Kotagede, Yogyakarta, Senin (1/6/2026).
YOGYAKARTA, Mahasiswa.co.id — Masalah perundungan atau bullying di kalangan anak-anak masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan berisiko memicu gangguan psikologis jangka panjang. Guna memberikan intervensi nyata, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program edukasi bertajuk “Dampak Bullying Untuk Kesehatan Mental”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai bahaya perundungan sejak dini. Melalui inovasi dan pendekatan yang kreatif, para mahasiswa berusaha membangun empati serta menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak di lingkungan masyarakat.
Kegiatan edukasi dan sosialisasi yang menyasar anak-anak usia sekolah ini dilaksanakan di salah satu ruang pertemuan warga di kawasan Kotagede, Kota Yogyakarta. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan adanya program edukasi preventif yang langsung menyentuh lingkungan bermain anak. Acara tersebut berlangsung secara tertib dan ceria pada hari Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan momen Hari Lahir Pancasila. Sejumlah anak-anak di wilayah Kotagede berkumpul dengan antusias untuk mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktik langsung yang dipandu oleh tim mahasiswa.
Program edukasi humanis ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai bentuk perwujudan aksi nyata mahasiswa dalam mendukung SDGs. Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa UNY membagi peran secara terstruktur menjadi pemimpin proyek, tim riset, dan tim kreatif demi kelancaran acara. Selain anak-anak sebagai peserta utama, kegiatan ini juga didukung oleh tokoh masyarakat setempat serta para orang tua. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat dalam menjaga moral generasi muda.
Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa kasus perundungan yang tidak ditangani dengan serius dapat memicu trauma mendalam, kecemasan, hingga depresi pada korbannya. Banyak anak yang menjadi korban memilih bungkam karena takut atau minimnya sistem dukungan di sekitar mereka. Dampak buruk ini tidak hanya menurunkan motivasi harian anak, tetapi juga dapat memicu risiko menyakiti diri sendiri. Oleh karena itu, mahasiswa UNY memandang perlunya edukasi preventif agar anak-anak mampu mengenali tanda-tanda depresi akibat perundungan dan tidak menjadi pelaku maupun penonton (bystander).
Proses penyampaian materi dikemas secara menarik dan interaktif melalui media visual berupa video edukasi serta poster. Mahasiswa UNY mengawali acara dengan menyampaikan materi utama mengenai dampak buruk bullying bagi kesehatan mental sesama teman. Agar suasana tetap ceria dan tidak membosankan bagi anak-anak, penyampaian materi tersebut diselingi dengan sesi games serta kuis edukatif yang interaktif. Pada akhir sesi implementasi, anak-anak diajak melakukan praktik langsung dalam membangun pertemanan yang sehat serta mengikuti sesi tanya jawab interaktif mengenai materi yang telah diberikan.
Sebagai rencana keberlanjutan proyek, mahasiswa UNY menyerahkan sekaligus memasang poster edukasi anti-bullying di lokasi kegiatan sebagai media pengingat permanen bagi anak-anak. Meskipun tim mahasiswa menghadapi tantangan berupa keterbatasan jumlah peserta yang terlibat, kegiatan ini dinilai berhasil memberikan dampak positif. Melalui evaluasi pasca-kegiatan, terlihat adanya peningkatan pengetahuan anak-anak mengenai cara menghargai perasaan teman bermainnya. Program ini diharapkan dapat mendorong kerja sama yang lebih erat antara orang tua dan anak dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan rumah maupun tempat bermain.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0