Jakarta, Mahasiswa.co.id – Seiring dengan urgensi global untuk mengatasi perubahan iklim dan bertransisi menuju ekonomi rendah karbon, permintaan terhadap tenaga ahli di bidang Green Engineering melonjak tajam. Karier di sektor berkelanjutan (green jobs) kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang membuka peluang tak terbatas bagi generasi muda di seluruh dunia. Pelajar Indonesia, dengan semangat kontribusi yang tinggi terhadap solusi bumi, didorong untuk mengambil peran utama dalam pergeseran monumental ini.
Untuk membekali diri dengan keahlian kelas dunia, studi di Eropa menawarkan jalur tercepat menuju karier global. Kawasan ini, yang dikenal dengan reputasi pendidikan unggul, keragaman program studi, dan lingkungan akademik yang inklusif, telah menjadi pusat pelatihan bagi para insinyur hijau masa depan. Uni Eropa telah menyiapkan basis pendidikan yang masif: terdapat 190 institusi dan 1380 program studi green engineering di 27 negara anggotanya, didukung pula dengan ketersediaan 194 beasiswa khusus bagi mahasiswa Indonesia di berbagai jenjang pendidikan tinggi.
Untuk memudahkan pencarian informasi tersebut, Uni Eropa telah menyiapkan Website 1000 Green Engineering: https://www.greenengineer.eu/ yang akan diluncurkan pada penghujung November.
Dr.-Ing. Ir. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc., GP, IPU., Ketua Departemen Arsitektur Universitas Indonesia dan Pakar Arsitektur dan Keberlanjutan, Teknologi Lingkungan, membagikan beberapa tips dan trik sebelum mendaftar:
1. Target
Tentukan tujuan studi, eksplorasi program, peluang penelitian, dan budaya kampus yang sesuai dengan tujuan Anda. Ingat, Green Engineering memiliki banyak program studi.
2. Kelengkapan dokumen

Komentar 0