Tim KKN Tualang Tual UGM 2026 Matangkan Kesiapan Tanggap Darurat
Oleh Redaksi
(Tim Tualang Tual dengan Pemadam Kebakaran UGM/Dok. tim)
Mahasiswa.co.id - Sejumlah persiapan teknis terus dimatangkan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Unit Tualang Tual UGM Rabu (4/2/2026). Bertempat di halaman Pos Pemadam Kebakaran UGM, sekitar 20 mahasiswa tampak antusias menyimak pembekalan materi yang disampaikan langsung oleh petugas.
Koordinator mahasiswa unit Tualang Tual, Naafi, menjelaskan bahwa pembekalan ini merupakan langkah preventif menjelang pelaksanaan kegiatan KKN yang dijadwalkan pada bulan Juni hingga Agustus 2026 mendatang. Ia menegaskan bahwa penguasaan terhadap prosedur keselamatan merupakan fondasi utama sebelum terjun ke lapangan. “Pemahaman mengenai mitigasi dan tanggap bencana saat berkegiatan menjadi salah satu aspek penting dalam keselamatan kerja yang perlu kami pelajari,” jelasnya (4/2).
Dalam sesi tersebut, Pemadam Kebakaran UGM, Lutfi, mengedukasi mahasiswa mengenai jenis kebakaran dan menjelaskan beberapa tindakan agar mahasiswa mampu memberikan respons yang cepat dan tepat. Tidak hanya itu, Lutfi juga memberikan edukasi mengenai spesifikasi dan mekanisme kerja Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga prosedur penanganan kebakaran dengan skala besar.
Sebagai bekal teknis, mahasiswa juga dibimbing langsung dalam praktik penggunaan APAR serta teknik pemadaman api pada kebocoran gas elpiji dan kebakaran tingkat sedang dengan menggunakan kain basah. Seluruh simulasi dilakukan sesuai dengan prosedur keselamatan guna memastikan penanganan yang efektif dan minim risiko kelak ketika terjun ke lapangan. “Berhati-hati, mawas diri karena lokasinya berbeda dengan lokasi kita di sini. Banyak hal yang perlu kita waspadai. Kuncinya tenang, jangan panik,” pungkas Lutfi.
Berkunjung ke Basarnas DIY
(Tim Tualang Tual dengan Tim Basarnas DIY/Dok. tim)
Sehari sebelumnya, Selasa (3/1/2026), Tim Tualang Tual UGM juga berkunjung ke Kantor Basarnas Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk menimba ilmu secara langsung mengenai strategi mitigasi dan tanggap bencana.
Anggota Tim Basarnas DIY, Adi Fahroni, menekankan bahwa gempa bumi merupakan ancaman yang tidak dapat diprediksi sehingga kesiapan individu menjadi kunci utama dalam meminimalisasi risiko fatal. “Maka ada yang disebut dengan segitiga kehidupan dan rumus aman. Istilah ini digunakan untuk menyebutkan tempat yang paling aman untuk berlindung saat terjadi gempa. Sebagai contoh, di samping benda besar dan kuat seperti meja, lemari.” paparnya (3/2/2026).
Selain mitigasi fisik, Tim KKN Tualang Tual UGM juga dibekali materi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Materi ini menjadi krusial mengingat henti jantung dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dalam waktu lebih dari 8 menit. M. Mushlih menjelaskan bahwa tindakan CPR dilakukan dengan respon cepat dan seringkali hanya diambil dalam hitungan detik. M. Mushlih menjelaskan langkah-langkah sembari mempraktikkan dalam melakukan CPR. “Yang pertama tentu, pastikan situasi aman atau pindahkan korban ke tempat aman. Lalu cek responnya. Apabila diperlukan panggil bantuan.” runtutnya.
(Simulasi metode evakuasi dan pemindahan korban secara aman /Dok. tim)
Guna menguji kesiapsiagaan, anggota tim KKN juga melakukan praktik langsung dalam sesi simulasi. Secara bergantian, mahasiswa mempraktikkan berbagai metode evakuasi dan pemindahan korban secara aman. Selain itu, mahasiswa juga melatih prosedur penanganan pertama guna memastikan kondisi korban tetap stabil hingga bantuan medis tiba.
“Semoga ilmu yang kita dapatkan pada pertemuan hari ini menjadi bekal berkegiatan nanti. Meskipun demikian, saya juga berdoa, semoga hal yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi,” pungkasnya seraya mendoakan kebaikan.
Penulis : Aldi F dan Naafi (KKN Tualang Tual UGM 2026)
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0