Mahasiswa.co.id - Fenomena cek khodam kini sedang ramai terjadi di platform media sosial, khususnya TikTok. Pasalnya banyak masyarakat berbondong-bondong menonton live streaming akun media sosial TikTok yang menawarkan jasa cek khodam melalui kolom komentar dengan mencantumkan nama masing-masing. Sepanjang siang dan malam, pemilik aku live streaming seperti tidak berhenti menyebutkan ribuan khodam-khodam yang menarik ketika nama-nama muncul di kolom komentar akun mereka atau di laman website mereka. Tak jarang banyak nama ataupun istilah khodam yang terdengar aneh dan lucu ketika dibacakan oleh pemilik live streaming. Sebut saja perpaduan kata seperti sendal jepit, ikan teri, dan sebagainya. Tak jarang juga nama-nama yang disebutkan tidak dipadukan dengan khodam oleh pemilik akun alias kosong. Nyatanya, kegiatan menerka-nerka seperti menebak khodam bukanlah yang pertama kali terjadi di media sosial. Sebelumnya, aktivitas seperti menebak jodoh dan nasib juga sudah terjadi di jagat media sosial dan berlangsung ramai kala itu.
Asal usul
Singkatnya, sejak ribuan tahun lalu, oleh beberapa orang khodam telah dipercaya sebagai penjaga atau pelindung seseorang yang telah mencapai tingkatan tertinggi pada level spiritualnya. Khodam sendiri dipercaya tercipta melalui berbagai proses peristiwa dan pengalaman yang terjadi di kehidupan manusia. Biasanya, khodam diperuntukkan untuk membantu manusia mendapatkan bantuan dan menyelesaikan masalah yang ada di kehidupannya.
Cek khodam sebagai alat sosial
Aktivitas cek khodam yang dilakukan oleh beberapa orang pada kenyataannya hanyalah sebagai bentuk kesenangan semata dalam rangka mengikuti trend atau suasana yang sedang ada di media sosial. Khodam-khodam yang disebutkan secara singkat dan spontan memberikan kesan bahwa tidak adanya maksud serius dalam pengucapannya. Secara tidak sadar, maraknya orang-orang yang mencoba untuk mengetahui khodam mereka secara online bisa masuk dalam kategori FOMO atau fear of missing out, sebuah istilah yang menjelaskan bagaimana orang-orang merasa takut atau cemas jika tidak mengikuti trend di masa kini. Fenomena FOMO bisa terjadi diantara mereka dikarenakan adanya pengaruh dari lingkungan pergaulan. Orang-orang akan selalu berusaha untuk bisa ikut dalam pembicaraan yang paling ramai di sekitarnya agar tidak dikucilkan, diasingkan, atau ditinggalkan. Mereka akan selalu berusaha mengikuti alur yang agar diterima di lingkungan sosial mereka. Oleh karena itu, semakin ramai dan berpengaruh suatu trend di media sosial, maka akan semakin luas juga masyarakat yang ikut berpartisipasi di dalamnya.

Komentar 0