Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

10 Tahun Bareng Beat, Kisah Cinta yang Tak Pernah Usai

Bareng Beat

Mahasiswa.co.id - Siapa bilang cinta sejati hanya ada di novel? Bagi saya, cinta sejati ada dalam bentuk sebuah motor matic mungil bernama Honda BeAT FI 2014. Motor ini bukan sekadar alat transportasi, tapi sudah seperti sahabat karib yang selalu menemani petualangan hidup saya sejak duduk di bangku SMP.

Ingatan saya melayang ke tahun 2014. Saat itu, sebagai seorang anak SMP yang baru saja meraih juara umum ujian nasional tingkat SD se-kabupaten, saya merasa dunia berada di telapak tangan. Hadiah uang yang cukup menggiurkan langsung saya alokasikan untuk membeli motor idaman. Pilihan jatuh pada Honda BeAT FI 2014 karena desainnya yang imut dan katanya sih irit banget. Saya memutuskan untuk membeli motor bukan karena ngikutin zaman atau apapun itu, tapi memang butuh banget ke sekolah pakai motor, karena lokasi sekolahku yang jauh dari rumah, biasanya perlu waktu 30 menit untuk sampai ke sana dengan kondisi jalan yang bisa dibilang sangat menyiksa pinggang.

Tak Sekedar Matic, Berkarung-karung Gabah dan Tumpukan Gas Melon pun Sanggup
Motor ini menjadi saksi bisu perjalanan hidup saya. Dari seorang anak ingusan yang baru belajar naik motor, saya tumbuh menjadi seorang mahasiswa yang mandiri. Beat setia mengantar saya ke sekolah, ke tempat les, ke rumah teman, bahkan sampai saya bawa ke sawah untuk mengangkut 3 sampai 4 karung gabah di sawah dengan medan jalan yang terjal, atau mengangkut belasan tabung gas melon, maklum saya cuman orang kampung yang hidup membantu orangtua di sawah dan berjualan sembako di depan rumah. Tapi yang jelas motor ini selalu ada di samping saya, menemani suka dan duka.

Salah satu hal yang paling saya suka dari Beat adalah biaya perawatannya yang sangat ramah di kantong. Selama 10 tahun pemakaian, sangat minim kerusakan, biasanya cuman ganti oli, kampas rem, Tercatan baru 2 kali ganti ban, 1 kali ganti aki dan 2 kali ganti filter udara serta beberapa part di CVT. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi saya yang masih berstatus mahasiswa.

Masih Irit dan Bikin Anti Ngaret
Selain itu, Beat juga terkenal dengan konsumsi bahan bakarnya yang irit. Dengan satu liter bensin, saya bisa menempuh jarak hingga 50 kilometer. Hal ini sangat membantu saya untuk menghemat pengeluaran ketika sekolah bahkan sampai sekarang.

Desain Beat yang mungil dan lincah juga menjadi nilai plus tersendiri. Motor ini sangat mudah dikendarai, baik di jalan raya yang ramai maupun di gang-gang sempit. Posisi duduknya yang nyaman membuat saya tidak cepat lelah saat berkendara jarak jauh waktu mudik Amuntai - Banjarbaru.

Meskipun sudah berusia 10 tahun, performa Beat masih sangat baik. Akselerasi motor ini terbilang responsif, sehingga sangat menyenangkan untuk dikendarai. Suspensinya yang empuk juga membuat perjalanan menjadi lebih nyaman, berbanding jauh dengan saingannya, kebanyakan udah ganti shock breaker, atau ada yang masih dibiarin yang bikin rishi waktu dengar suara jedug-nya yang keras banget.

Tak Segampang itu, Ku Mencari Penggantimu
Tentu saja, seperti halnya hubungan manusia, ada kalanya saya merasa bosan dengan Beat. Terkadang, saya iri melihat teman-teman yang memiliki motor sport dengan desain yang gagah. Namun, setiap kali ingin mengganti motor, saya selalu berpikir ulang. Beat sudah menjadi bagian dari hidup saya, dan sulit untuk mencari pengganti yang sepadan.

Selama 10 tahun ini, Beat telah menemani saya melewati berbagai macam pengalaman. Mulai dari kenangan manis saat pertama kali mengendarai motor, hingga momen-momen sedih saat harus berpisah dengan orang yang saya sayangi. Motor ini selalu ada di samping saya, memberikan dukungan dan semangat.

Bagi saya, Beat bukan sekadar kendaraan, tapi sudah seperti keluarga. Motor ini adalah simbol dari perjuangan dan kerja keras saya. Melalui Beat, saya belajar tentang arti tanggung jawab, kemandirian, dan menghargai sesuatu.

Kisah cinta saya dengan Beat mungkin terdengar sederhana, tapi bagi saya ini adalah kisah yang sangat berharga. Saya tidak tahu sampai kapan hubungan kami akan bertahan, tapi yang pasti, selama Beat masih bisa diandalkan, saya akan terus setia kepadanya.

Penulis: Ahmad Ridhoni Idham Halid
IG: @ridhoni_ahmad19
Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, UIN Antasari Banjarmasin

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.