Ahmad Husairi Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Luncurkan Program Belajar Baca Tulis Arab Melayu di Desa Alur Alim
Oleh Redaksi
Seruway, Aceh Tamiang, Mahasiswa.co.id - Ahmad Husairi, seorang mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi yang tergabung dalam Kelompok KKN Melayu Serumpun, telah meluncurkan program kerja inovatif di Desa Alur Alim, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Program yang berfokus pada belajar baca tulis Arab Melayu ini bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya Melayu yang semakin terancam oleh arus modernisasi.
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan Ahmad Husairi dan timnya terhadap menurunnya minat baca masyarakat terhadap tulisan Arab Melayu atau yang juga dikenal dengan huruf Jawi. Sebagai Panglima KKN Melayu Serumpun, Ahmad Husairi merasa penting untuk mengambil langkah konkret dalam mempertahankan warisan budaya dan keilmuan Islam yang tercatat dalam aksara tersebut.
"Program ini adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk mempertahankan tradisi Melayu, terutama dalam bidang keilmuan agama yang menggunakan tulisan Arab Melayu. Kami berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat semakin mengenal dan mencintai aksara ini," ujar Ahmad Husairi.
Program ini didukung penuh oleh Ustadz Hermanto, seorang da'i yang diutus oleh Pemerintah Aceh Tamiang untuk menyebarkan ilmu agama di Kecamatan Seruway. Ustadz Hermanto merasa gembira dengan adanya program ini, dan ia secara langsung memimpin kegiatan belajar mengajar. "Saya merasa senang dan bangga bisa berbagi ilmu dengan masyarakat, terutama dalam bidang baca tulis Arab Melayu yang kini semakin jarang diajarkan," ungkapnya.
Respon positif datang dari warga Desa Alur Alim, salah satunya Aminah, yang mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. "Program ini sangat bermanfaat, terutama untuk meningkatkan minat baca kami terhadap tradisi dan tulisan Arab Melayu. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut," kata Aminah.
Kegiatan belajar baca tulis Arab Melayu ini diadakan secara rutin setiap malam Minggu dan diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain meningkatkan kemampuan literasi, program ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Melayu di tengah masyarakat.
Ahmad Husairi berharap, melalui program ini, tradisi tulisan Arab Melayu dapat kembali hidup dan dikenal oleh masyarakat luas, sehingga warisan budaya dan keilmuan Islam tetap terjaga di tengah arus globalisasi.
Ruang Pembaca
Komentar 0
Belum ada komentarJadilah yang pertama menyampaikan pendapat.
Komentar 0