Penulis : Afif Alayubi
Perguruan Tinggi: Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Mahasiswa.co.id - Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Salah satu teknologi yang paling banyak diperbincangkan saat ini adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kehadiran AI memungkinkan berbagai aktivitas dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, termasuk dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Berbagai platform AI kini mampu membantu mahasiswa mencari referensi, merangkum materi, menerjemahkan jurnal, hingga menjelaskan konsep yang sulit dipahami.
Kemudahan tersebut membuat AI semakin populer di kalangan mahasiswa. Dalam waktu singkat, teknologi ini telah menjadi bagian dari aktivitas akademik sehari-hari. Namun, di balik manfaat yang ditawarkan, muncul pertanyaan penting: apakah AI benar-benar membantu mahasiswa belajar atau justru menjadi jalan pintas yang dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis?
Tingginya Akses Internet Mendorong Pemanfaatan AI
Meningkatnya penggunaan AI tidak dapat dipisahkan dari tingginya akses internet di Indonesia. Berdasarkan Survei Profil Internet Indonesia 2025 yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 229,4 juta jiwa atau sekitar 80,66 persen dari total populasi nasional. Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia telah terhubung dengan internet sehingga teknologi berbasis AI semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.
Ketersediaan internet yang semakin luas membuat mahasiswa dapat menggunakan AI kapan saja dan di mana saja. Hanya dengan telepon genggam atau laptop yang terhubung ke internet, berbagai kebutuhan akademik dapat dibantu oleh teknologi ini. Kondisi tersebut menjadikan AI sebagai salah satu inovasi digital dengan tingkat adopsi tercepat di lingkungan pendidikan tinggi.
Manfaat AI dalam Dunia Perkuliahan
AI memberikan berbagai manfaat bagi mahasiswa. Salah satu manfaat yang paling dirasakan adalah kemampuannya dalam menjelaskan materi yang kompleks menggunakan bahasa yang lebih sederhana. Mahasiswa yang mengalami kesulitan memahami jurnal ilmiah atau buku referensi dapat memperoleh penjelasan tambahan secara cepat sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.
Selain itu, AI juga membantu menghemat waktu dalam proses pencarian informasi. Mahasiswa tidak perlu membuka banyak sumber secara manual untuk mendapatkan gambaran awal mengenai suatu topik. Teknologi ini mampu menyajikan informasi secara ringkas sehingga mahasiswa dapat lebih fokus pada analisis dan pengembangan ide.
Dalam bidang penulisan akademik, AI juga dapat membantu menyusun kerangka tulisan, memperbaiki tata bahasa, serta memberikan rekomendasi topik penelitian. Dengan penggunaan yang tepat, AI berpotensi meningkatkan produktivitas mahasiswa tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Data Penggunaan AI di Kalangan Mahasiswa
Fenomena penggunaan AI dalam pendidikan tinggi tidak hanya terjadi di Indonesia. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2025 berjudul Generative AI in Higher Education: Evidence from an Elite College menemukan bahwa lebih dari 80 persen mahasiswa telah menggunakan AI untuk kebutuhan akademik sejak kemunculan ChatGPT pada akhir tahun 2022.
Temuan penelitian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan AI untuk memahami materi kuliah, mencari ide penelitian, menyusun ringkasan, dan memperoleh umpan balik terhadap tugas yang mereka kerjakan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa AI telah menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran modern.
Sementara itu, laporan yang dipublikasikan oleh TechRadar pada tahun 2026 menunjukkan bahwa sekitar 95 persen mahasiswa di Inggris telah menggunakan teknologi AI dalam aktivitas akademik mereka. Penggunaan paling umum meliputi pencatatan materi kuliah, peringkasan artikel, brainstorming ide, dan penjelasan konsep yang sulit dipahami. Data tersebut menunjukkan bahwa AI telah berkembang dari sekadar teknologi baru menjadi alat bantu belajar yang digunakan secara luas.
Tantangan dan Risiko Penggunaan AI

Komentar 0