Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Antara Ilmu dan Adab, Saatnya Mahasiswa Membenahi Diri

Adab

OIeh: Indah Puji Astuti

Mahasiswa.co.id - Di tengah pesatnya perkembangan dunia pendidikan, mahasiswa bersaing mengejar nilai tinggi,prestatsi akademik bahkan pengakuan sosial. Namun sangat disayangkan, sejumlah dari mereka melupakan bahwa kecerdasan tidak selalu diukur melalui kemampuan kognitif semata, tetapi juga bagaimana cara bersikap dan berbicara. Kita sering melihat mahasiswa di lingkungan kampus yang rajin menyelesaikan tugas, tetapi abai dalam beribadah atau mereka yang pandai berargumen dan aktif dalam diskusi namun lupa menjaga tata krama.

Padahal, tujuan utama pendidikan bukan sekadar mencetak individu yang pandai secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak. Mahasiswa seharusnya menjadi teladan dalam keseimbangan antara pengetahuan dan perilaku. Ilmu yang tinggi tanpa budi pekerti hanya akan menjauhkan seseorang dari makna sejati belajar. Sebaliknya, ketika ilmu dtisertai sikap rendah hati dan tutur yang santun, maka kehadiran mahasiswa akan membawa manfaat bagi dirinya maupun lingkungannya.

Lunturnya adab di kalangan mahasiswa tidak muncul tanpa sebab. Dunia perkuliahan sering kali menuntut mahasiswa untuk menjadi yang terbaik di antara banyak individu yang sama pintarnya. Dalam situasi kompetitif seperti itu, keinginan untuk memahami seperti itu, keinginan utuk diakui lebih besar daripada keinginan untuk memahami. Lingkungan kampus pun kerap menilai sesorang dari IPK dan pencapainnya, bukan dari cara ia bersikap atau memperlakukan orang lain. Akhirnya, banyak mahasisiwa yang pandai berbicara tapi enggan mendengarkan. Semua sibuk membuktikan diri, sampai lupa bahwa Pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia, bukan sekedar mencetak gelar.

Sudah saatnya mahasiswa mulai menata ulang cara berpikir dan bersikap. Belajar itu bukan hanya soal teori dan nilai, melainkan soal bagaimana kita bersikap setiap hari. Hal sederhana seperti, menghargai dosen, berbicara dengan sopan dan tetap ingat ibadah adalah bagian dari pendidikan yang sesungguhnya. Jika ilmu dijalankan bersama adab dan iman hasilnya pasti lebih bermakna. Seperti yang dikatakan Ki Hajar Dewanatara “Tujuan pendidikan bukan hanya membuat sesorang pintar, tapi juga menjadikannya berguna bagi semua orang”

Namun, tanggung jawab membentuk karakter tidak hanya berada di tangan individu. Pihak kampus juga berperan dalam menumbuhkan budaya beradab. Saat dosen memberikan contoh lewat sikap dan mau mendengarkan pendapat mahasisiwa tanpa menghakimi, suasana belajar menjadi terasa lebih hangat. Dari situ mahasiswa belajar untuk saling menghargai dan terbuka terhadap perbedaan. Lingkungan akadeik demikian akan menumbuhkan pribadi yang matang dan beretika

Pada akhirnya, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang seberapa ilmu tinggi yang bisa diraih, tetapi bagaimana ilmu tersebut membentuk sikap dan cara kita memperlakukan orang lain. Hal sederhana seperti berbicara dengan sopan kepada dosen, menghormati teman dan tetap ingat pada ibadah merupakan bagian dari proses belajar yang sebenarnya. Seperti yang pernah disampaikan Imam malik bin Anas “Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu”. Sebab, ilmu tanapa adab hanya akan melahirkan kesombongan, sementara ilmu yang diiringi kerendahan hati akan membawa manfaat bagi banyak orang.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.