Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Aqiqah Pondok Pesantren Al-Masyhudiyah Meneladani Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Al-Masyhudiyah

Mahasiswa.co.id - Pendidikan bagi anak merupakan tanggung jawab kita semua. Dimulai dari keluarga yang merupakan lembaga pendidikan pertama (al-madrasah al-ula), masyarakat, lembaga-lembaga pendidikan, hingga negara. Mendidik berarti membangun karakter untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul lahir dan batin yang mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan akhlak mulia.

Di pondok pesantren Al-Masyhudiyah letaknya di Dusun Pasinan RT 13 RW 02 Desa Sumput, Driyorejo, Gresik melaksanakan pengajian rutin di setiap Selasa pada malam hari ba’da Isya tanggal 10 September 2024 kemarin Kyai Haji Syuhada Nasrullah mengadakan acara aqiqah pada waktu itu diiringi dengan penyembelihan seekor kambing.
Dalam Islam, aqiqah adalah bentuk ibadah untuk merayakan kelahiran seorang anak ke dunia. Sebagai bentuk rasa syukur terhadap lahirnya seorang anak, orang tua akan menyembelih kambing dan membagikannya kepada orang yang berhak.

Pada pagi hari, setelah selesai belanja dipasar. Para santri dan tetangga yang biasanya menjadi juru masak datang untuk menyiapkan semuanya. Makanan yang dihidangkan untuk malam itu yaitu sate kambing dan gule. Seporsi biasanya penuh dengan ditambahi balungan daging kambing dan bumbu sate. Tak kalah enak seperti bakul sate pada umumnya loh.

Pelaksanaan acara rutin pengajian kemarin meliputi membaca surat Al Qadr dan al-insyirah, pembacaan potongan ayat keseluruhan dari juz 1 sampai juz 30 , Asmaul Husna, kitab santri yang dibaca jamaah khusus dari kyai, membaca Surat Yasin, ceramah, dan lain sebagainya. Tidak lupa juga di akhir ditambahi iringan sholawat yang ditabuhi rebana beserta darbuka.
Ceramah yang disampaikan oleh kyai tersebut menjelaskan betapa pentingnya kita dermawan dan peduli dengan lingkungan sekitar serta tidak boleh pelit ke sanak saudara dan oranglain. Apalagi dibulan kelahiran nabi SAW.

Adapun kegiatan positif yang dapat kita lakukan di hari maulid Nabi Muhammad SAW yaitu dengan:

1. Puasa sunah
Memperbanyak puasa sunah pada bulan Rabiul Awal baik itu puasa Senin-Kamis maupun puasa Daud dapat menghadirkan kecintaan Allah SWT. Seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadist yang artinya:

Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa daud. Puasa daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari puasa dan sehari tidak." (HR Bukhari dan Muslim).

2. Memperbanyak shalawat
Dengan memuji dan menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad SAW semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman dan menjadi penolong di akhirat kelak.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya berselawat pada Nabi. Hai orang-orang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan,” QS Al Ahzab:56.

3. Bersedekah kepada sesama
Memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan dengan cara bersedekah dapat mengurangi beban yang mereka tanggung. baik berupa materi dan luar materi akan sangat bermakna bagi mereka.

4. Meneladani perilaku Nabi Muhammad
Sebagai upaya melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah SAW, dan juga para Nabi sebelumnya. Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini. Beliau bersabda: “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya shallallahu alaihi wa sallam” (HR. Malik)

Kegiatan di pondok pesantren Al-Masyhudiyah ini menjadi wadah sebuah tali silaturahmi antar tetangga secara dekat maupun jauh lewat virtual lewat aplikasi zoom meeting. Banyak jamaah sekitar 70 orang lebih berada di aula pondok pesantren dengan memakai pakaian muslim yang menutup aurat dengan seragam yang sama.

Banyak pengalaman dan pelajaran menarik yang terus digali untuk membentuk sebuah pribadi muslim yang baik. Kita sebagai umat muslim harus bisa memperdalam ilmu dengan mengikuti kajian-kajian yang ada disekitar.

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.