Mahasiswa.co.id - “Pengen jadi cewek spek yali yalili dulu ah”, Ucap banyak wanita akhir akhir ini. Seperti yang kita tahu, Fenomena tren cewek spek Yali Yalili ini tengah populer di TikTok bahkan tranding. Yang mana melibatkan berbagai tema misalnya hijab Arab (pashmina), estetika, make-up, hingga konten konten bucin. Meskipun terlihat biasa seperti hiburan pada umumnya, fenomena ini perlu dan penting kiranya untuk dilihat dengan kacamata Islam, khususnya dengan konsep tabaruj. Islam memandang, bahwasanya tabarruj adalah perilaku mempertontonkan atau memperlihatkan kecantikan, perhiasan, secara berlebihan di hadapan publik, dan ini bertentangan dengan nilai-nilai kesederhanaan dan kesopanan dalam jendela Islam.
Apa itu Tren Cewek Spek Yalli Yalili di TikTok?
Tren cewek spekYalli Yalili ini berasal dari penggalan lagu Kalam Eineh yang dilantunkan oleh Sherine. Ia adalah seorang penyanyi berkebangsaan Mesir. Dalam banyak video yang berseleweran di TikTok, tidak sedikit tren ini digunakan untuk mempertontonkan kecantikan atau gaya berpakaian dari orang yang mengikuti tren ini, seperti tengah memakai pashmina, make-up, atau mungkin momen romantis bersama pasangan.
Dan seperti yang kita tahu, kebanyakan pengikut tren ini cenderung wanita dan mereka memperlihatkan kecantikan mereka sendiri, yang mana hal ini bisa dikategorikan tabarruj.
Tabarruj dalam Perspektif Islam
Menurut Q.S. Al-Ahzab ayat 33, Allah berfirman:
وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.”
Ayat ini bila kita lihat dari tafsirnya, kita ambil misalnya dari tafsir al-Muyassar (Kementrian Saudi Arabia). Dalam tafsir ini ayat diatas dijelaskan sebagai berikut:
“Tetaplah kalian di rumah kalian, jangan meninggalkannya kecuali bila ada hajat. Jangan memperlihatkan kecantikan kalian, seperti yang dilakukan oleh wanita-wanita jahiliyah pertama di zaman-zaman yang telah berlalu sebelum Islam. Ini adalah pembicaraan kepada seluruh wanita Mukmin di setiap masa. Tegakkanlah (wahai istri-istri Nabi) shalat dengan sempurna pada waktunya. Bayarlah zakat sebagaimana yang Allah syariatkan. Taatilah Allah dan RasulNya dalam perintah keduanya dan larangan keduanya. Allah mewasiatkan hal itu untuk kalian karena Dia hendak membersihkan kalian dan menjauhkan kalian dari keburukan dan gangguan wahai Ahlul Bait Nabi, (termasuk dalam hal ini adalah istri-istri beliau dan anak keturunan beliau), dan menyucikan jiwa kalian sesuci-sucinya.”
Jadi, ayat ini menjelaskan bahwa kaum wanita agar tidak mempertontonkan kecantikan mereka di depan khalayak umum dengan cara yang berlebihan, apalagi kita posting di media sosial. Mengingat, orang asing bisa dengan mudahnya mengakses. Hal ini pun, tidak ada bedanya dengan kebiasaan perempuan di masa Jahiliyah yang suka memamerkan perhiasan dan kecantikan untuk menarik perhatian kaum adam. Pada era modern ini, tabarruj bisa dimaknakan sebagai tingkah atau sikap yang secara berlebihan menonjolkan kecantikan, baik dari penampilan maupun tingkah laku, di ruang publik seperti media sosial.
Tren Cewek Spek Yali Yalili: Hiburan atau Bentuk Tabarruj?
Fenomena tren cewek spek Yalli Yalili ini pada dasarnya adalah hiburan semata, namun tidak dapat dihindari bahwa banyak konten dalam tren ini melibatkan ekspos diri yang bisa masuk dalam kategori tabarruj. Misalnya, tren Yalli Yalili make-up dimana pengguna menampakkan transformasi wajah mereka before dan after make-up. Kendati hal ini terlihat umum dalam dunia kecantikan, namun dalam kacamata Islam, memamerkan kecantikan secara berlebihan bisa menjadi bentuk dari tabarruj, terlebih lagi jika tujuannya adalah hanya untuk menarik perhatian dari lawan jenis.
Hal serupa dapat ditemukan dalam kolom pencarian di TikTok seperti konten Yalli Yalili hijab Arab atau Yalli Yalili bareng pacar, jika hal-hal itu untuk memamerkan kecantikan atau bahkan hubungan romantis maka postingan ini berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai kesopanan yang diajarkan dalam Islam. Tren ini pun, tanpa kita sadari, bisa menjadi wadah bagi wanita untuk mempertontonkan kecantikan mereka secara terbuka, walaupun dalam rangka hiburan semata dalam TikTok.
Dampak Psikologis dan Sosial pada Muslimah yang mengikuti Trend Yalli Yalili
Tren cewek spek Yalli Yalili dan juga tren mirip lainnya di TikTok dapat mempengaruhi psikologis seseorang, khususnya bagi para pengguna yang kebanyakan adalah generasi muda. Wanita muslimah dianjurkan untuk menjaga kesederhanaan, akan tetapi media sosial sering membuat tuntutan agar tampil sempurna dan harus bisa mengikuti standar kecantikan yang tengah viral. Hal ini bisa merendahkan rasa percaya diri dan sudut padang diri seorang muslimah, yang mana berusaha menyelaraskan antara nilai agama dan tuntutan sosial.
Lagipula, fenomena seperti tren cewek spek Yalli Yalili berpeluang memicu kompetisi antar sesama wanita dalam hal penampilan. Konten-konten yang menunjukkan transformasi make-up, gaya hijab, dan lainnya, acap kali menarik perhatian juga pujian dari pengguna lain, yang akhirnya menimbulkan haus pujian dan selalu ingin untuk berpenampilan yang berlebihan di media sosial.
Sebagai seorang muslimah, sangat penting untuk bijak dalam menanggapi berbagai tren yang muncul di media sosial. Tidak salah mengikuti tren viral seperti cewek spek Yalli Yalili, apalagi jika kita mengikuti tren ini tapi untuk postingan dakwah. Maksudnya, hanya memakai backsound lagunya saja. Tapi, tetap saja penting untuk dipertimbangkan, kira kira apa niat kita dan apa dampak dari setiap konten yang kita bagikan. Media sosial selalu bisa menjadi wadah positif untuk mengekspresikan diri dan berkreasi, namun perlu diingat bahwa batas-batas agama tetap harus dijaga.
Sebagaimana dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 33, wanita muslimah diingatkan untuk tidak mempertontonkan kecantikan dan perhiasan mereka secara berlebihan, dan Islam mengajarkan kesederhanaan dan kesopanan, serta melarang tabarruj.
Sehingga, dapat kita tarik kesimpulan, Tren cewek spek Yalli Yalili di TikTok dapat menjadi sarana ber tabarruj jika tidak disertai dengan kesadaran akan adab Islam. Sekalipun tren ini terlihat seperti hiburan biasa bagi pengguna media sosial, khususnya muslimah, tetap harus berhati-hati pada mengekspos diri. Perlu diingat, menjaga kesederhanaan dan menahan diri memamerkan kecantikan secara berlebihan adalah bagian dari ketaatan kita kepada Allah. Dengan sikap yang bijak, media sosial dapat tetap menjadi ruang kreatif tanpa melanggar prinsip-prinsip agama Islam itu sendiri.
Oleh: Nurjannah (Mahasiswi Program Khusus Ulama, Semester 5, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, UIN Antasari Banjarmasin)
Komentar 0