Bantul, Mahasiswa.co.id – Remaja yang merasa didengar akan lebih mudah membuka diri. Pesan inilah yang menjadi inti kegiatan psikoedukasi bertema “Dengarkan Aku, Temani Aku – Sinergi Keluarga dalam Menumbuhkan Remaja yang Tangguh” yang digelar oleh mahasiswa KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 101.
Acara berlangsung Selasa sore (9/8) pukul 15.30–17.15 WIB di Gedung Pertemuan Minggiran, Padukuhan Imogiri, Kabupaten Bantul. Peserta adalah ibu-ibu PKK sekaligus wali remaja yang ingin memperdalam keterampilan komunikasi dengan anak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman orang tua tentang dunia remaja, keterampilan mendengarkan, serta membangun komunikasi yang empatik di lingkungan keluarga.
Suasana hangat sejak awal
Kegiatan dibuka oleh MC, Hanes, yang memperkenalkan topik psikoedukasi dengan bahasa ringan dan akrab. Peserta kemudian diajak mengikuti ice breaking “Tebak Ekspresi” untuk mencairkan suasana. Dalam permainan ini, peserta diminta menebak ekspresi wajah remaja pada gambar, mulai dari bahagia, sedih, marah, hingga cemas. Aktivitas ini membuat suasana menjadi hangat, penuh tawa, dan mengundang partisipasi aktif sejak awal.
Memahami dunia remaja
Materi pertama dibawakan oleh Tiara, membahas perubahan yang dialami remaja dari sisi fisik, emosi, dan sosial. Dijelaskan bahwa masa remaja adalah fase pencarian identitas diri, di mana anak cenderung sensitif, mudah tersinggung, dan ingin diakui oleh lingkungan sebayanya. Orang tua diharapkan memahami dinamika ini agar mampu memberikan pendampingan yang tepat tanpa menimbulkan jarak
Kenali tanda stres sejak dini
Materi kedua berfokus pada tanda-tanda stres pada remaja. Beberapa gejala yang dibahas antara lain sering menghindar atau berdiam diri di kamar, mudah marah, enggan berbicara, menutup diri dari keluarga, hingga penurunan prestasi belajar. Tiara mengingatkan bahwa tanda-tanda ini tidak boleh diabaikan. “Jika orang tua peka, mereka bisa segera mencari tahu penyebabnya dan membantu anak mengatasinya,” jelasnya.
Prinsip 3D untuk komunikasi empatik
Materi berikutnya menjelaskan bahwa remaja memiliki tiga kebutuhan utama: didengar, dipercaya, dan ditemani. Untuk memudahkan orang tua mempraktikkannya, diperkenalkan Prinsip 3D, yaitu Dengar, Duduk, dan Dukung.

Komentar 0