Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Berdayakan Media Massa Untuk Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat Indonesia

Media Massa

Mahasiswa.co.id - Perkembangan zaman yang begitu pesat membuat banyak media baru hadir ditengah kehidupan manusia, media tersebut bisa dijadikan sebagai sumber informasi dan berita bagi masyarakat luas. Mudahnya akses internet menjadikan segalanya terasa mudah dan cepat, dulu sebuah informasi dan berita hanya bisa didapat lewat televisi, koran, ataupun media cetak lainnya. Berbeda dengan saat ini, hampir semua orang sudah sangat akrab dengan media sosial, seperti Instagram, Facebook, ataupun Tiktok, media sosial yang juga termasuk dalam ranah komunikasi massa tersebut juga dapat dijadikan wadah dalam menerima informasi ataupun berita.

Pada dasarnya informasi dan berita sangatlah berbeda. Gurevitch et al. (1991) menjelaskan bahwa informasi merupakan sebuah pesan yang dapat menambah pengetahuan orang lain tentang sesuatu hal dari berbagai sumber, seperti internet, buku, atau dari seseorang manusia. Sedangkan berita adalah informasi yang menarik dan didapatkan dari berbagai data yang aktual yang nantinya disebar luaskan lewat media massa. Dari penjelasan diatas kita bisa memahami bahwa berita lebih bersifat aktual dan faktual, sedangkan informasi masih belum jelas kebenarannya.

Dewasa ini dominasi masyarakat indonesia lebih ingin mendapatkan berita secara instan, cukup dengan membaca beberapa kalimat saja sudah merasa paham dan mengetahui apa inti dari sebuah berita tersebut, tanpa ingin tau lebih dalam apakah berita dan informasi yang ia terima tersebut benar adanya atau hanyalah sebuah hoax. Kesadaran dan pemahaman tentang literasi digital sangatlah diperlukan dalam mengkonsumsi sebuah informasi dan berita. Pada tahun 2022 Indeks Literasi Digital Indonesia ialah 3, 54 dari skala 5, yang menunjukkan kategori sedang.

Media massa menjadi tertinggal akibat lebih mudahnya mendapatkan informasi dan berita dari media sosial, cara penyajiannya bahkan lebih menarik dari pada media massa pada umumnya. Media sosial menyajikan sebuah informasi melalui video, foto, dan tulisan. Sedangkan media massa hanya dengan foto dan tulisan panjang. Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC), menjelaskan bahwa kurang lebih 73% rakyat Indonesia lebih memilih mencari informasi di media sosial dibandingkan platfform lainnya. Hal ini tentunya berhubungan dengan cepat dan mudahnya informasi yang diterima dari media sosial.

Dilansir dari Databoks, menyebutkan bahwa hanya 22,4 % masyarakat Indonesia yang percaya dengan informasi di media sosial, artinya masih terdapat banyak hoax di pemberitaan informasi di media sosial tersebut. Hal ini tentu menjadi tugas penting oleh media massa dalam mengedukasi dan meningkatkan literasi masyarakat indonesia, media massa harus menginovasikan cara penyajian berita agar lebih menarik bagi pembaca yang umunya tidak ingin ribet, seperti harus membaca dengan panjang dulu baru paham inti sari dari sebuah informasi tersebut. Media massa seharusnya memberikan informasi terkait dampak bahaya dari berita hoax, dan juga bekerja sama dengan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dalam kampanye literasi digital.

Media massa sebagai tempat produksi berita yang aktual dan faktual semestinya lebih memberdayakan posisinya dalam meningkatkan indeks literasi digital masyarakat Indonesia. Banyaknya masyarakat yang memilih sosial media sebagai wadah dalam mencari informasi seharusnya menjadi intropeksi sendiri bagi media massa dalam menginovasikan cara penyajian beritanya. Ruang lingkup yang begitu luas membuat media massa punya nilai jual yang tinggi dalam mengkampanyekan literasi digital di negeri ini, membangun kerja sama dengan komponen lainnya, seperti pemerintah, lembaga swasta, dan komunitas masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap informasi yang aktual dan bahaya berita hoax. Dengan demikian indeks literasi digital indonesia akan lebih baik kedepannya.

Sederhananya, pemberitaan atau sebuah informasi haruslah benar dan aktual, dan hal ini umumnya didapatkan dari media massa. Produk informasi yang dihasilkan dari sosial media akan memiliki risiko yang besar dalam tersebar luasnya hoax bagi masyarakat luas. Dengan demikian perlu adanya pengkampanyean tentang literasi digital dan lebih mengutamakan media massa sebagai tempat dalam mencari berita dan informasi. Perkembangan zaman juga menjadi tantangan media massa dalam mengikuti arus tren yang banyak disukai masyarakat dalam memilih media yang digunakan sehari-hari.

Oleh : Muhammad Asyraf
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.