Mahasiswa.co.id - Bergabung dengan Duta Inisiatif Indonesia 2024 merupakan pengalaman berharga yang memperluas wawasan saya mengenai arti perhatian lingkungan dan persiapan bencana. Duta Inisiatif Indonesia didirikan pada tahun 2019 dan telah melahirkan lebih dari 450 Duta Inisiatif Indonesia yang tersebar di 32 provinsi di tanah air sebagai perwakilan daerah masing-masing. Mereka telah mendidik lebih dari 17.000 pelajar Indonesia di berbagai lokasi dengan sekitar 97 instansi/sekolah yang telah dikunjungi melalui program “Environmental Sustainability and Disaster Preparedness Education Roadshow.” Program ini bertujuan untuk memberikan generasi muda pemahaman tentang keberlanjutan lingkungan, kesiapsiagaan bencana, dan upaya perubahan iklim untuk menghadapi tantangan di masa depan, terutama demi mempercepat tercapainya cita-cita Indonesia Emas tahun 2045 dan target Sustainable Development Goals 2030. Inisiatif program ini datang dari organisasi Non-Governmental Organization (NGO) yang berkomitmen untuk mendorong generasi muda dari seluruh Indonesia agar tidak hanya peduli, tetapi juga bertindak dan memberi dampak pada masyarakat.
GreenZInitiative, Duta Inisiatif Indonesia, sebelumnya dinaungi dan dilindungi oleh Yayasan Dwi Putra Bangsa. Namun, pada tanggal 3 November resmi berdiri di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pusat Leuweung (Leuweung Hub Fondation) yang didirikan pada 10 Oktober 2024 dengan Nomor SK Pengesahan Badan Hukum MENKUMHAM : AHU 0016297.AH.01.04.Tahun2024 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Saya diberi kesempatan untuk mewakili Provinsi Sumatera Barat dan mendapatkan amanah dalam menyampaikan pengetahuan, ide, serta tindakan nyata di sekolah-sekolah. Kami berfokus pada penyebaran kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui aktivitas sehari-hari dan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi kemungkinan bencana.
Salah satu aktivitas penting yang saya jalani adalah pendidikan lingkungan di sebuah sekolah menengah di wilayah saya. Dalam acara tersebut, saya bersama tim mempresentasikan ide pengelolaan limbah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kami mengajak siswa untuk menyadari bahwa sampah bukan sekadar masalah, tetapi juga dapat menjadi kesempatan jika dikelola dengan baik. Kami mengadakan sesi interaktif yang meliputi diskusi kelompok, permainan pendidikan, serta praktik langsung dalam memilih sampah. Semangat para siswa membuat aktivitas menjadi lebih semarak dan berarti.
Selain itu, kami juga menyampaikan informasi mengenai kesiapsiagaan bencana, terutama bencana alam yang sering terjadi di kawasan Indonesia. Kami memberikan siswa pengetahuan dasar tentang cara menghadapi gempa bumi, pentingnya rute evakuasi, dan langkah-langkah mudah yang bisa menyelamatkan nyawa. Materi ini disajikan dengan simulasi untuk memudahkan pemahaman. Menyaksikan antusiasme siswa dalam menjalani simulasi membuat saya percaya bahwa peran kecil kami dapat menciptakan pengaruh besar di masa mendatang.

Komentar 0