Lewati ke konten utama
Menu
Media Mahasiswa — Mahasiswa.co.id

Forum Dialog Kaum Muda: Kritik dan Harapan Untuk Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Forum Dialog

Surabaya, Mahasiswa.co.id — Suasana hangat dan penuh semangat intelektual menyelimuti Resto Joss Gandos, Jemursari, Surabaya, Senin malam (27/10). Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ushuluddin UIN Sunan Ampel periode 2025-2026, sukses menggelar acara bertajuk “Harmoni Silaturahmi dalam Bingkai Filosofis” dengan subtema khusus “Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kebijakan, Harapan, dan Dukungan Kaum Muda.” yang bertepatan juga dalam memperingati hari sumpah pemuda.

Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB ini dihadiri puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, aktivis, dan pemuda. Dialog ini tidak hanya memperkuat jaringan intelektual, tetapi juga menjadi ruang evaluasi kritis terhadap kinerja pemerintah.

Dalam sambutannya, Senior dari HMI komisariat Ushuluddin Kholilurrahman, S.Ag., menekankan pentingnya peran kaum muda dalam mengawal kebijakan publik. “Pemuda harus menjadi penyeimbang, tidak hanya mendukung tetapi juga mengkritisi dengan data dan argumen yang kuat,” ujarnya.

Dzulkarnain Jamil, M.Sos., selaku narasumber dan juga senior dari HMI komisariat Ushuluddin, menyoroti berbagai kebijakan pemerintah selama setahun terakhir. Ia mengapresiasi niat baik program Makanan Bergizi Gratis (MBG), namun mengkritisi implementasinya yang dinilai belum menyentuh esensi pembangunan sumber daya manusia.

“Program MBG mungkin berhasil mengenyangkan perut, tetapi apakah ia melahirkan generasi emas 2045 yang kreatif dan inovatif? Tantangan kita hari ini bukan hanya soal pangan, tapi juga bagaimana mencetak pemikir-pemikir brilian di era yang sudah mulai dikalahkan oleh kecerdasan buatan (AI),” tegas Dzulkarnain.

Ia menambahkan, “Kita harus kritis dalam menyikapi pemerintahan. Dalam setiap kebijakan, selalu ada sisi baik dan buruk. Tugas kitalah memastikan bahwa yang baik diperkuat dan yang buruk dikoreksi.”

Diskusi yang dimoderatori oleh Ahmad Mustakim, Ketua Umum HMI Komisariat Ushuluddin, berlangsung dinamis. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan, mulai dari isu lapangan kerja, pendidikan, hingga peran agama dalam bernegara.

“Acara malam ini adalah bukti bahwa tradisi diskursus intelektual masih hidup di kalangan muda. Kami tidak hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Mustakim menutup diskusi.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak ruang dialog serupa di kalangan generasi muda

Ruang Pembaca

Komentar 0

Belum ada komentar Jadilah yang pertama menyampaikan pendapat.