Mahasiswa.co.id - Jawa Timur kembali menjadi daerah tujuan wisata terfavorit wisatawan lokal ditahun 2023 setelah sebelumnya sempat digantikan posisinya oleh Jawa Tengah pada tahun 2020. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik hingga Oktober 2023 jumlah perjalanan wisatawan lokal menuju Jawa Timur sebesar 171,43 juta perjalanan atau berkontribusi sebesar 24,89 persen dari jumlah total perjalanan wisatawan lokal di Indonesia. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,25 persen dibandingkan dengan tahun 2022. Jumlah perjalanan wisatawan lokal menuju Jawa Timur jauh lebih tinggi dari Jawa Barat dan Jawa Tengah yang juga menjadi destinasi wisata terfavorit dengan jumlah perjalanan masing-masing sebesar 133,37 juta dan 95,66 juta perjalanan.

Pesona alam Jawa Timur memang indah dan menarik disertai dengan nilai budaya dan sejarah yang ditawarkan hingga dapat menyumbang hampir ¼ kunjungan wisatawan lokal. Tak hanya mengandalkan keindahan wisata alam, Pemerintah Jawa Timur juga melakukan upaya untuk mendorong sektor pariwisata dengan mengembangkan desa wisata berbasis kearifan lokal. Upaya ini disambut baik oleh masyarakat terbukti dari banyak desa yang berlomba mengangkat potensinya masing-masing hingga Provinsi Jawa Timur berhasil meraih predikat sebagai Pemerintah Daerah yang memiliki kreativitas dan inovasi dalam memperkuat pemulihan sektor pariwisata pada Tourism Enterpreneurial Award pada Juni 2023. Keberhasilan ini juga didukung oleh digitalisasi teknologi dalam bentuk virtual tour yang memungkinkan para wisatawan untuk melihat simulasi tempat wisata yang akan dikunjungi sehingga menarik minat wisatawan untuk berkunjung secara langsung.

Kekayaan pariwisata yang dimiliki Jawa Timur ini dapat berpotensi menjadi sektor pendukung perekonomian sebab multiplier effect yang ditimbulkannya dapat meningkatkan percepatan kesejahteraan masyarakat. Gubernur Jawa Timur, Khofifah mencontohkan salah satu desa wisata di Jawa Timur, Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang. Sejak ia resmikan 2 tahun lalu desa tersebut sudah mampu memberikan kontribusi pendapatan ke kabupaten malang seebsar 2,5 milyar rupiah dan merekrut 600 orang pekerja dengan rata-rata pemasukan 1,5 sampai 4 juta rupiah.

Penulis : Vina Dewi Khakimatul Lathifah Yaro, Syifa Faikhatul Ilmi, Bagas Andriata Pratama (Mahasiswa Politeknik Statistika STIS)