NEW YORK, Mahasiswa.co.id – Universitas Columbia membatalkan kelas tatap muka karena puluhan pengunjuk rasa ditangkap di Universitas New York dan Yale, sementara gerbang Harvard Yard ditutup untuk umum pada Senin (22/4/2024). Aksi protes mahasiswa yang menuntut dihentikannya serangan Israel ke Jalur Gaza yang telah memakan lebih dari 34 ribu korban jiwa telah menyita perhatian di sejumlah universitas paling bergengsi di AS.
Pemandangan ini belum pernah terjadi sejak protes besar-besaran terhadap perang Vietnam pada tahun 1960-1970-an. Bahkan survei menyatakan bahwa penolakan terhadap kebijakan AS dalam menyuplai senjata untuk genosida Israel di Gaza saat ini lebih luas daripada penolakan terhadap perang Vietnam.
Lebih dari 100 demonstran pro Palestina yang berkemah di lapangan hijau Columbia ditangkap pekan lalu. Namun, setelah itu, perkemahan serupa muncul di universitas-universitas di seluruh negeri.
Di Universitas New York, jumlah pengunjuk rasa yang ikut serta dalam perkemahan yang didirikan oleh mahasiswa terus bertambah sepanjang Senin. Pihak sekolah telah memberi peringatan kepada massa untuk membubarkan diri, namun kemudian memanggil polisi setelah situasi menjadi kacau. Pihak universitas juga mengklaim adanya laporan tentang "nyanyian yang mengintimidasi dan beberapa insiden antisemit". Petugas mulai melakukan penangkapan tak lama setelah pukul 20.30.
“Sungguh tindakan keras yang keterlaluan yang dilakukan universitas dengan membiarkan polisi menangkap mahasiswa di kampus kami sendiri,” kata mahasiswa hukum Universitas New York, Byul Yoon.
“Antisemitisme sama sekali bukan hal yang kami perjuangkan dan itulah sebabnya ada begitu banyak kawan Yahudi yang berada di sini bersama kami hari ini,” kata Yoon.
Protes telah merambah banyak kampus sejak serangan oleh pejuang Palestina di Israel bagian selatan pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang, termasuk ratusan prajurit. Para pejuang juga menyandera sekitar 250 orang. Israel membalas dengan tindakan yang brutal, mengakibatkan lebih dari 34.000 warga Palestina tewas di Jalur Gaza. Sedikitnya dua pertiga dari korban tewas adalah anak-anak dan perempuan.
Aksi protes mulai bermunculan di Columbia pada Rabu pekan lalu, bersamaan dengan kritik pedas yang dihadapi oleh rektor universitas, Minouche Shafik, dalam sidang kongres dari Partai Republik. Beberapa politikus menilai bahwa Shafik belum melakukan tindakan yang cukup untuk melawan antisemitisme. Sebelumnya, dua presiden Ivy League lainnya telah mengundurkan diri beberapa bulan lalu setelah kesaksian mereka dihadapkan pada kritik yang luas.
Dalam beberapa hari ke depan, kelompok kerja yang terdiri dari dekan, administrator sekolah, dan fakultas akan berusaha menemukan solusi untuk mengatasi krisis universitas ini, kata Shafik, tanpa menjelaskan kapan kelas tatap muka akan kembali dilaksanakan.
Di Massachusetts, terdapat papan yang bertuliskan “Harvard Yard ditutup untuk umum” pada hari Senin. Dilaporkan bahwa tenda dan meja hanya diperbolehkan masuk ke area tersebut dengan izin sebelumnya. Tindakan disiplin akan diberlakukan bagi siswa yang melanggar kebijakan ini, seperti yang tertera pada papan pengumuman. Penjaga keamanan juga melakukan pemeriksaan kartu identitas sekolah bagi setiap orang yang ingin memasuki area tersebut.
Pada hari yang sama, Komite Solidaritas Palestina Sarjana Harvard mengumumkan bahwa pihak administrasi universitas telah membekukan keanggotaan mereka. Dalam pemberitahuan penangguhan yang diterima oleh organisasi mahasiswa tersebut, pihak universitas menyatakan bahwa demonstrasi pada 19 April telah melanggar kebijakan sekolah dan bahwa kelompok tersebut tidak memenuhi kewajiban menghadiri pelatihan yang telah dijadwalkan setelah sebelumnya melanggar peraturan universitas.
Komite Solidaritas Palestina juga menegaskan dalam pernyataan mereka bahwa penangguhan yang diterima adalah atas alasan teknis, namun pihak universitas masih belum memberikan klarifikasi tertulis mengenai kebijakan universitas tersebut ketika diminta penjelasan.
“Harvard telah menunjukkan kepada kita berkali-kali bahwa Palestina tetap merupakan pengecualian terhadap kebebasan berpendapat,” tulis kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan. Harvard tidak menanggapi permintaan komentar melalui email.
Di Universitas Yale, petugas polisi berhasil menangkap sekitar 45 pengunjuk rasa yang melakukan demonstrasi di Beinecke Plaza. Mereka kemudian didakwa atas pelanggaran ringan, namun semua dibebaskan dengan janji akan hadir di pengadilan.

Komentar 0