Mahasiswa.co.id - Kapal yang berisi lebih 200 pengungsi Rohingya ditolak warga saat memasuki Kuala Pawon, Kabupaten Bireuen. Meskipun menolak kedatangan pengungsi, ratusan warga sempat memberikan bungkusan berisi makanan dan pakaian bekas kepada para pengungsi sebelum akhirnya mengusir mereka kembali ke dalam kapal. Para pengungsi kembali melanjutkan perjalanan bertaruh nyawa.
Di atas kapal kayu itu, terlihat pengungsi berjubal dan menatap dengan wajah sedih ke daratan sebagian dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Sebanyak puluhan lelaki Rohingya terlihat tengah tertidur di atas terpal di lapangan terbuka, sementara perempuan dan anak-anak beristirahat di dalam bangunan terbuka berdinding biru di Lapang Barat, Bireuen, Aceh.
Pada Kamis (16/11/2023) subuh, kapal pengungsi Rohingya tersebut tiba di bibir pantai Desa Pulo Pineung Meunasah Dua, Kecamatan Jangka Bireuen. Warga yang mengetahui kedatangan pengungsi Rohingya itu lalu ramai-ramai datang ke lokasi. Mereka menolak ratusan pengungsi tersebut mendarat.
Ratusan pengungsi Rohingya yang mendarat di Desa Lapang Barat, Kabupaten Bireuen, Aceh, telah dipindahkan ke penampungan sementara di eks-kantor imigrasi di Kota Lhokseumawe pada Selasa malam (21/11).
Gelombang pertama sebanyak 196 mendarat di Desa Kalee, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Selasa (14/11). Gelombang kedua sebanyak 174 imigran mendarat di Pasie Meurandeh, Kecamatan Batee, Pidie pada Rabu (15/11).

Komentar 0