Jarimu Harimaumu: Merawat Literasi Rasa di Era “Hot and Lots”
Pepatah lama “mulutmu harimaumu” kini telah berevolusi seiring kemajuan zaman menjadi “jarimu harimaumu”. Lebih dari itu, tantangan kita adalah menjaga "literasi rasa".
KATEGORI ARTIKEL
Pepatah lama “mulutmu harimaumu” kini telah berevolusi seiring kemajuan zaman menjadi “jarimu harimaumu”. Lebih dari itu, tantangan kita adalah menjaga "literasi rasa".
Kita menonton, kita geram, kita menghakimi pelakunya di kolom komentar, lalu kita lupa dalam tiga hari sampai video berikutnya muncul. Yang jarang kita lakukan adalah bertanya pada...
Fenomena networking digital: cepat, luas, sekaligus rapuh Media sosial profesional membuat pertemuan terjadi tanpa harus berada di ruangan yang sama. Networking yang paling berharg...
Kondisi ini terjadi ketika karyawan bertahan dalam pekerjaan bukan karena keinginan, tetapi demi rasa aman yang semakin langka di tengah pasar kerja yang penuh ketidakstabilan. Aki...
Siomay Bandung lahir dari pertemuan tradisi kuliner Tionghoa dan kebiasaan makan masyarakat Nusantara. Siomay Bandung bukan hasil ciptaan individu tunggal, melainkan berkembang dar...
Oleh karna itu, solidaritas sosial menjadi sikap penting yang harus dimiliki oleh seluruh Masyarakat dalam menghadapi bencana alam di Sumatra. Solidaritas sosial dalam menghadapi b...
Pandangan yang memisahkan sastra dari realitas sosial berpotensi mereduksi fungsi sastra itu sendiri. Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra.
Oleh: Sabrina Devita Ayumi Anshadia Mahasiswi Prodi S1-Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Secara keseluruhan, cerpen “Robohnya Surau K...
Oleh : Haya Mufidatul Aliyah - Cerpen “Senyum Karyamin” karya Ahmad Thohari menggambarkan kehidupan seorang tokoh Karyamin, Seorang tokoh yang hidup dalam serba kekurangan, baik se...
Narasi, Gaya Bahasa, dan Kritik Sosial dalam Novel Laut Bercerita Novel Laut Bercerita karya Leila S. Penutup Melalui pembacaan terhadap novel Laut Bercerita, dapat disimpulkan bah...