Mahasiswa.co.id - Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, dimana tanaman tumbuhan dalam larutan nutrisi yang kaya unsur-unsur penting bagi pertumbuhannya. Hidroponik digunakan sejak zaman kuno, terutama oleh bangsa Mesir Kuno dimana mereka menggunakan teknik hidroponik untuk menumbuhkan tanaman di tepi sungai Nil dengan memanfaatkan lumpur yang kaya akan nutrisi. Seiring berkembangnya zaman hidroponik semakin populer karena efisiensinya dalam penggunaan air dan ruang. Dibandingkan dengan pertanian konvensional, hidroponik membutuhkan jumlah air yang jauh lebih sedikit karena aur dapat didaur ulang dalam sistem hidroponik dan tidak terserap oleh tanah. Selain itu, sistem hidroponik memungkinkan pertumbuhan tanaman dalam ruang terbatas, sehingga cocok untuk area perkotaan atau daerah dengan lahan terbatas.

Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa yang dilakukan oleh kelompok 100 gelombang 8 Universitas Muhammadiyah Malang, melakukan pembuatan sistem hidroponik praktis dengan minim budget di Desa Slorok, kec. Kromengan, kab. Malang, provinsi. Jawa Timur. Kelompok ini menerapkannya dengan bahan dasar pipa paralon yang dapat ditemukan di toko bangunan terdekat atau pipa bekas yang masih bisa digunakan. Di mana bahan pendukungnya seperti sambungan pipa T, Knee, penampung air dari ember atau box bekas yang masih bisa menampung air, dan pompa aquarium. Sistem ini berfokus lebih menekan biaya pembuatan tempat hidroponik dan portable, agar lebih mudah di pindahkan dan dibersihkan.

Kelompok PMM UMM ini mengadakan program kerja di 2 tempat yang pertama di lingkungan masyarakat Desa Slorok untuk menambah minat masyarakat terhadap sistem tanaman hidroponik ini. Karena hidroponik ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan bisa menjadi penghasilan tambahan untuk masyarakat. Maka dari itu para mahasiswa ini mengenalkan sistem hidroponik portable yang minim budget agar bisa dimiliki oleh masyarakat yang tidak ingin mengeluarkan modal besar.

Untuk tempat ke 2 berada di SDN 1 Slorok, tujuan para mahasiswa memilih tempat tersebut tidak lain untuk memberikan pengetahuan baru tentang hidroponik untuk anak murid di sekolah tersebut, terutama murid kelas 5 dan 6. Tetapi tidak hanya untuk murid, bahkan para guru dan tenaga kerja di sekolah tersebut juga tertarik mengetahui sistem hidroponik yang kami berikan untuk sekolah, yang mengutamakan praktis dan minim modal.

Dengan adanya inovasi tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat dalam salah satu media tanam yang tidak memerlukan penjagaan dan perawatan secara rutin, dan bisa menjadi penghasilan tambahan masyarakat.